Metode asesmen yang dipilih kata Namia, tools (alat) asesmen center sementara diawali psikometrik dan tesnya ada lima WCA, LJB, Roll play, Inbox dan BC.
“Terakhir itu merupakan tahap wawancara terkait isu-isu kontemporer, karena ini menyangkut jabatan tertinggi eselon IIa di kabupaten yakni Sekda. Jadi, tidak lagi kita bacarita soal internal OPD lingkup Pemkab,” ujarnya.
Sementara itu, anggota tim asesor, Sadek Arbi menambahkan, tahapan asesmen tujuannya untuk memotret kemampuan manajerial bagi calon pejabat yang mengikuti seleksi.
“Seperti memotret 9 kemampuan manajerial yang dimaksud ibu Namia bagi calon pejabat Sekda. Untuk menentukan apakah memenuhi kriteria atau tidak menjadi Sekda,” terang Sadek sambil menyebutkan presentasi tim asesor memiliki 25 persen penilaian soft kompeten.
Sedangkan 75 persen penilaian oleh Pansel melalui hard kompeten merujuk pada peraturan Kemenpan Nomor 409 tentang Standar Kompetensi Teknis Jabatan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!