Penjelasan BMKG Terkait Hujan Lebat Disertai Angin Kencang dan Gelombang Tinggi yang Melanda Malut

Ternate, Maluku Utara- Pola cuaca di Maluku Utara (Malut) memasuki awal tahun 2023 sangat ekstrim. Kondisi ini diakibatkan karena adanya sirkulasi udara yang membentuk suatu lingkaran di wilayah Maluku Utara yang berdampak pada pembentukan awan hujan.

“Seperti yang kita rasakan sendiri saat ini bahwa karena ada tekanan rendah di wilayah Utara Maluku Utara, maka potensi hujan, angin kencang dan gelombang sangat besar,” kata Koordinator BMKG Maluku Utara, Djoko Sumardioyno, begitu dikonfirmasi Haliyora, Selasa (10/01/2023).

BACA JUGA  Dana Hibah Pilkada Tahap Pertama Terancam tak Bisa Dicairkan 40 Persen

Djoko menyebutkan, hujan lebat maupun angin kencang serta tinggi gelombang ini diprediksi terjadi sampai pada tanggal 12 Januari 2023.

Kata Djoko, untuk Maluku Utara, dampak dari banjir bandang sendiri masih kurang dikhawatirkan, karena rata-rata hampir sebagian besar sungai di wilayah ini tidak terlalu besar. Namun yang dikhawatirkan adalah tanah longsor, karena Maluku Utara sangat rawan longsor. Olehnya itu, warga yang bermukim di daerah ketinggian diminta agar tetap waspada terhadap ancaman tanah longsor.

BACA JUGA  12 Nama Lulus Calon Anggota Bawaslu Maluku Utara, Dua Diantaranya Incumben

“Kewaspadaan ini juga terhadap angin kencang, karena dapat menyebabkan pohon tumbang, tapi yang lebih dikhawatirkan itu jangan sampai terjadinya puting beliung yang akan merusak rumah warga. Sementara tinggi gelombang Halmahera Utara, Morotai, Halbar dengan capaian 2,5 meter. Bahkan di wilayah tertentu yang mencapai 3 meter,” tandasnya. (Arul-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah