Sebagai pihak keluarga, Safaruddin berharap agar kasus ini secepatnya terungkap. “Apakah kematian paman saya ini karena kekerasaan atau karena kecelakaan,” tandasnya.
Sementara itu, Kanit Pidana Umum Polres Pulau Morotai, Bripka Taufik Ali membenarkan bahwa keluarga korban mendatangi penyidik Polres untuk mempertanyakan hasil autopsi yang telah dilakukan tim dokter forensik Mabes Polri.
“Berdasarkan hasil kesimpulan yang kita dapat, menjelaskan bahwa memang ada patah tulang dibagian dada tulang pinggang korban, terus untuk sebab meninggal itu resapan darah di bagian kepala. Tapi itu kami harus pastikan dulu, apakah itu sesuai dengan keterangan dokter atau tidak,” jelas Bripka Taufik Ali.
“Tapi kami belum bisa pastikan adanya benda tumpul itu, korban dianiaya ataukah korban jatuh. Jadi ada dua kemungkinan bisa jadi korban itu dianiaya ataukah korban itu jatuh sendiri sehingga meninggal,” tambahnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!