Pejabat di Morotai Gerah dengan Sikap Plt Sekda Suriyani Antarani, Ini Penyebabnya

“Jika pendapatan dan pengeluaran paham mudah saja, pembagian DAU yang dikirim setiap bulan tinggal dieksekusi masing-masing kebutuhan. Belanja pegawai berapa, belanja sosial berapa, kemudian belanja modal berapa, setiap bulan bayar ke pihak ketiga,” singgungnya.

Menurutnya, saat kondisi daerah seperti ini Plt Sekda lebih memilih mengutamakan membayar utang pihak ketiga (kontraktor) dari pada yang lebih prioritas.

BACA JUGA  Wali Kota Tauhid Dipuji Politisi Demokrat : Responsif Terhadap Musibah

“Cari muka di Jakarta sehingga prioritaskan belanja modal ke pihak ketiga. Akhirnya belanja lain terbengkalai,” sesalnya.

Lanjutnya, kebijakan Plt Sekda yang memprioritaskan utang pihak ketiga ini membuat Abdi Sipil Negara (ASN) menjadi korban. Dimana Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN harus tertunggak 2 bulan dari Juni sampai Juli 2023.

“Kalau bayar proyek ke pihak ketiga dengan puluhan miliar cepat, dengan hitungan jam sudah terbayar. Tapi giliran bayar TPP ASN sudah 2 bulan belum bayar-bayar,” sesalnya.

BACA JUGA  Pemda Morotai Bakal Tindak Tegas Kades MS yang Diduga Selingkuh 
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah