Sofyan bilang, proyek ini mulanya diusulkan Rp 9 miliar, namun hanya terealisasi sebesar Rp 7 miliar saja karena keterbatasan anggaran. Selain itu, proyek ini tidak ada uang mukanya karena terhambat saat peroses pencairan anggaran di BPKAD.
“Tapi pihak kontraktor tetap melaksanakan pekerjaan, awalnya Rp 9 miliar. Tapi dipastikan tidak selesai karena anggarannya tidak cukup, sehingga tetap akan dilanjutkan pada tahun depan,” tandasnya. (RS-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!