“Tim gabungan ini menyisir jarak sekitar 200 meter dari Desa Beringin Jaya di seputaran bantaran sungai. Setelah itu tim mendapat informasi dari dua orang warga Desa Akelamo melihat ada mayat yang terdampar di pinggiran sungai saat keduanya hendak pergi ke kebun melewati Sungai,” bebernya.
Setelah mendapatkan kabar tersebut, tim pencari kemudian menuju ke TKP dan melakukan pemeriksaan mayat tersebut. Benar saja, setelah dicek, ayah korban mengakui bahwa mayat tersebut adalah anaknya yang hilang pada Jum’at malam.
“Dugaan sementara karena tali yang mengikat korban terlepas sehingga korban mengejar ayahnya yang keluar membeli makanan sehingga terbawa banjir. Untuk sementara belum dilakukan penyelidikan tetapi kalau keluarga merasa tidak puas maka kita punya dasar visum sudah ada,” pungkas IPDA Rustam Hasan.
Sementara itu, pihak Puskesmas Akelamo, yakni Dr. Nia Husni, yang melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban menduga bahwa korban sudah meninggal 2 hari lalu.
Dari hasil pemeriksaan medis, juga terdapat bekas benturan di bagian kepala korban. “Bekas benturan tersebut diduga akibat terbentur batu dan kayu saat korban hanyut terbawa arus sungai,” katanya.
Jenazah korban kini telah dimakamkan oleh keluarga korban di pemakaman umum Desa Beringin Jaya pada pukul 15.00 Wit. (RY-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!