Adapun ribuan batako dan paving block yang diproduksi ini telah diuji daya kuat tekan oleh Laboratorium Material Beton Universitas Khairun Ternate yang terakreditasi mengacu pada Standar Nasional Indonesi (SNI), sehingga rumah yang telah dibenahi akan kokoh.
Sementara itu, Lurah Rum Balibunga, Hamid Syaifuddin menuturkan, PLN merupakan perpanjangan tangan untuk turut membantu masyarakat kurang mampu yang berada di kawasan pemerintahannya.
“Di kesempatan ini, saya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian penuh pihak PLN yang turut membantu kami. Kami percaya tanpa ada bantuan dari suatu Instansi, kami tak bisa berbuat banyak bagi masyarakat. Harapannya, ini adalah bukan awal tapi setahu saya, ini adalah bagian ketiga, pertama bangun rumah FABA di RT 07, dua rumah di tahun kemarin, dan di 2023 ini juga ada dua unit,” tutur Hamid.
Adapun Rumah FABA ini rencananya akan diberikan kepada dua penerima manfaat Desa Rum Balibunga. Mereka merupakan masyarakat kurang mampu yang dinilai berhak memperoleh bantuan tersebut.
Yakni, pertama Rahman Kadir. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai supir speedboat ini mengaku rumah yang dihuninya memang sudah tidak layak untuk ditempati. Sebab, beberapa bagian rumah telah rusak, seperti atap dan tembok. Ketika musim penghujan tiba, rumahnya sering tergenang banjir. Untuk itu, dengan adanya program FABA PLTU ini sangat membantunya mewujudkan hunian impiannya.
“Sudah lama saya ingin perbaiki, hanya saja belum ada uang yang cukup. Kami merindukan ada bantuan seperti ini,” ucap Arman.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!