Tobelo, Haliyora
Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) gelar Dialog di cafe Djarot Tobelo dengan Tema “Moderasi Beragama”. Pj. Bupati hadir dalam dialog tersebut dan didapuk memberikan sambutan.
Pj. Bupati dalam sambutannya mengurai secara singkat sejarah lahirnya GP Ansor. Dikatakan, GP Ansor adalah Badan Otonom NU yang didirikan oleh para Alim Ulama NU tahun 1934 sebelum Indonesia merdeka, dengan tujuan merawat, melanjutkan dan menjaga Islam Ahlusunnah Waljama’ah di bumi Indonesia.
Olehnya, GP Ansor dalam dinamika kepemudaan memiliki peran strategis dan terus berada di garda terdepan dalam mempertahan NKRI dan menjaga kebhinekaan, karena cara pandang Ansor tidak ekstrim kiri dan tidak ekstrim kanan, melainkan di tengah-tengah, jadi pada konteks ini, Ansor memainkan peran dalam membangun narasi Moderasi Beragama.
Bupati mengatakan, “Moderasi Beragama” itu mempertemukan nalar agama dengan negara, bahwa negara Indonesia dengan kemajemukannya perlu dirawat, dijaga dengan cara tidak mempertentangkan perbedaan agama melainkan terus mencari titik-titik persamaan diantara ajaran-ajaran agama yang berbeda-beda itu.
“Kita harus mengambil jalan tengah (moderat), karena dengan kita berada di tengah (moderasi) di dalamnya terhimpun seluruh kebaikan, dengan moderasi beragama itu sedapat mungkin menghindari kerusakan, dan menghasilkan kebaikan,” ucap bupati.
Sementara, Ketua GP Ansor Halmahera Utara, Jarnawi Dodungo, dalam sambutannya mengatakan, tujuan dialog tersebut untuk membangun kebersamaan antar ummat beragama, dengan cara saling menghargai dan memahami. ”Tidak ada tirani mayoritas,” ujarnya.
Acara dialog tersebut menghadirkan pembicara dari Kementrian Agma serta ketua NU Halut, Husain Horu. (Red-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!