Setiap pendapatan wisata itu sudah masuk sejak tahun lalu, mereka saja tidak mendengar informasi secara baik-baik
Feny Kiat (Kadis Pariwisata Halbar)
Jailolo, Maluku Utara- Warga Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), menduga pendapatan yang disetor dari wisata Rappa Pelangi di desa setempat tak masuk dalam kas desa maupun PAD (Pendapatan Asli Daerah) Halmahera Barat.
Dugaan ini muncul karena sejak dibuka pada tahun 2017 lalu, penerimaan yang dihasilkan dari spot wisata ini tak jelas disetorkan kemana.
“Sejak dibuka tahun 2017 sampai sekarang, kami warga Bobanehena tidak pernah tahu retribusi wisata itu masuk kemana, apakah ke desa atau ke kas daerah, kami tidak tahu,” tanya Samad Moid, tokoh masyarakat setempat, Minggu (4/6/2023) lalu.
Menurut Samad, pendapatan yang disumbang dari spot wisata Rappa Pelangi terbilang lumayan besar karena dalam sehari saja pendapatan yang diraup bisa mencapai jutaan rupiah. Itu belum lagi ditambah homestay yang dibanderol Rp 350 ribu per malam bagi pengunjung yang menginap.
Ironisnya lagi, beberapa fasilitas wisata bersumber dari APBDes, namun sumbangsih ini tidak berdampak apa-apa ke desa. Padahal kehadiran spot wisata Rappa Pelangi ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan desa sehingga pembangunan berkembang dan maju.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!