Dibuka Tanpa Izin,  Dispar Halut Bakal Tutup Kembali Dua Tempat Wisata Ini

Tobelo, Haliyora

Dua destinasi wisata di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) ditutup pemda sejak pandemi Covid-19, namun dibuka kembali pihak pengelola tanpa sepengatuan Dinas Pariwisata setempat.

Kedua destinasi itu adalah wisata pantai Desa Luari, Kecamatan Tobelo Utara, dan Pemandian Air Panas di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.

Amatan Haliyora minggu (01/11/2020), dua tempat wisata itu sudah ramai dikunjungi warga.

Sofia, salah satu petugas di tempat wisata air panas mamuya, kepada Haliyora mengaku dia membuka tempat tersebut atas perintah oknum camat dan kepala desa setempat.

“Saya berani buka karena perintah pak camat deng  kades. Tapi kalau dari dinas pariwisata belum ada perintah resmi untuk membuka tempat wisata itu,” ujarnya, minggu (01/11/2020).

BACA JUGA  Alam Bawah Laut di Tikep jadi Incaran Wisatawan Asing

Sofia mengatakan, walaupun masih dalam pandemi covid-19, tapi warga lokal selalu datang berkunjung di tempat wisata air panas. Ia mengaku kesulitan mengawasi.

“Selama masa pandemi corona ini kan ditutup, dan sampai sekarang belum ada perintah resmi dari dinas untuk dibuka, tapi hampir tiap hari warga datang berkunjung di sini (wisata air panas), jadi saya juga kewalahan mengawasi,” bebernya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Halut Syahril kepada Haliyora, Senin (2/11) menjelaskan, sejak ditutup akibat Covid-19 sampai sekarang, semua tempat wisata termasuk wisata pantai luari dan air panas di mamuya belum ada  izin resmi dari pemda untuk dibuka.

BACA JUGA  Ngele Ngele Besar Akan Dikembangkan jadi Destinasi Wisata Baru di Morotai

Syahril menegaskan akan memanggil pengelola dan memerintahkan untuk ditutup kembali, karena selain belum ada perintah untuk dibuka, sekarang masih dalam situasi pandemic Covid-19

“Saya akan panggil pengelola tempat wisata itu dan suruh dong tutup ulang lokasi wisata itu. Kan belum ada perintah untuk dibuka, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19. Itu berbahaya, sangat rawan. Sebab pengunjung yang datang di situ kan mungkin tidak mengikuti protokol kesehatan. Itu bisa terjadi penyebaran virus,” tandas Sahril. (Fik-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah