Sanana, Haliyora
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kepulauan Sula, dan Aliansi Pemuda Pohea menggelar aksi unjuk rasa menggugat sejumlah proyek bermasalah.
Unjuk rasa dimulai di kantor bupati Kabupaten Kepulauan Sula dilanjutkan ke Mapolres dan Kejaksaan Negeri Sula, Senin (02/11/2020).
Mereka mendesak Pj. Bupati Sula bekerjasama dengan kepolisian dan kejaksaan mengusut dugaan 26 proyek yang diduga bermasalah. Desakan yang sama disampaikan pengunjuk rasa kepada Kapolres Sula.
Menanggapi tuntutan pengunjuk rasa itu, Pj. Bupati Kepsul, Idham Umasangadji mengaku akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan.
“Saya bertugas di Sula hanya batas tanggal 5 Desember, tetapi di samping saya ada Pak Sekda, ada Kadis Inspektorat, ada Kadis PU, ada Asisten I, Kadis PMD, apa yang disampaikan tadi merupakan hal penting dan saya akan mendorong untuk segera dievaluasi secara bersama-sama, karena ini untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula,” ujar Idham.
Kapolres Sula, AKBP. Herry Purwanto pun menyampaikan hal yang sama. Ia menegaskan kasus tersebut tetap diproses dan ditindaklanjuti.
“Kami tetap akan proses, nanti saya langsung serahkan kepada Kasat Reskrim dan Kanit Tipikor. Kemarin 26 kasus yang dilaporkan, sudah dua kasus yang masuk pada tahap penyelidikan. Kami akan pelajari semua, karena penyelidikan butuh waktu enam sampai tujuh bulan hingga terbukti melawan hukum sampai kerugian negara. Semua butuh audit, bukan tugas polisi yang melakukan audit, itu adalah ahli, dan itu butuh proses,” ujarnya. (AT-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!