“Saya ini bingung dengan pemerintah, kalau membangun sesuatu itu harusnya dipikir dulu. Kenapa harus bangun gedung BUMDes yang berjauhan dengan pemukiman penduduk. Bahkan lokasinya berjauhan dari rumah-rumah warga. Ini kan mubazir namanya,” kata seorang warga yang tak mau menyebutkan namanya kepada Haliyora.Id.
Senada juga disampaikan oleh warga Desa Falila, Riki ketika ditemui di lokasi KEK Morotai. “Bukan hanya orang Aha saja yang bingung. Kami di Aha juga bingung. Karena bangunan BUMDes yang dibangun itu buat apa? Kalau untuk usaha, kenapa dibangun di tengah-tengah hutan?” sesal Riki.
Mirisnya lagi, kata Riki, bangunan itu sudah dibangun cukup lama tapi tidak difungsikan. “Berarti percuma saja dibangun dengan ratusan juta bahkan milyaran tapi tidak difungsikan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Pulau Morotai, Ahdad Hi Hasan, ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan, bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus BUMDes untuk secepatnya memfungsikan bangunan tersebut.
“Kita berharap BUMDes itu segera difungsikan secepatnya,” singkatnya sembari menggubris begitu saja pertanyaan wartawan soal tidak difungsikannya gedung BUMDes di Desa Juanga. (RF-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!