Selain itu, dirinya juga mengungkapkan bahwa walaupun MK dijual dengan harga diatas HET, namun masyarakat tidak pernah komplain.
“Walau kami jual dengan harga sedikit diatas HET sejak beberapa bulan lalu, tapi masyarakat ketika datang membeli Minyak Kita tidak pernah komplain. Cuma Disperindag saja yang komplain. Berarti secara tidak langsung kita kembalikan ke masyarakat apakah mereka komplain dengan harga ini atau tidak,” sentilnya.
Ketika ditanya pihak Perindagkop pernah melakukan panggilan, Pondeng mengaku panggilan itu sudah dilakukan berulang-ulang kali, dan pihaknya sudah menjelaskan secara detail, hanya saja tetap juga tidak diterima Disperindag.
“Sekarang minyak goreng merek lain sudah mulai langka di Morotai, tapi dalam bulan puasa ini kebanyakan masyarakat membutuhkan Minyak Kita, tapi kalau Disperindag ancam seperti itu, baiklah kami akan kembalikan saja ke pabriknya. Padahal di daerah lain, Disperindag tidak pernah komplain atau menegur jika pedagang menaikan harganya,” singgungnya.
“Coba lihat video-video di daerah lain ketika mereka kasih naik harga Minyak Kita, pemerintah dalam hal ini Disperindag tidak ada yang bisa tegur atau komplain. Malah di Morotai sendiri mereka komplain dan mengancam untuk mau tutup. Ada apa ini sebenarnya,” tambahnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!