Jadi kami mendorong Disnaker agar meminimalisir potensi kecelakaan tenaga kerja dan potensi penerimaan tenaga kerja di Maluku Utara yang begitu besar agar masyarakat bisa mengisi
Ishak Naser (Ketua komisi II DPRD)
Sofifi, Maluku Utara- Untuk meminimalisir angka kecelakaan tenaga kerja dan potensi meningkatnya angka penerima tenaga kerja di Provinsi Maluku Utara (Malut), Komisi II DPRD Malut melakukan pertemuan dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Malut.
“Jadi kami mendorong Disnaker agar meminimalisir potensi kecelakaan tenaga kerja dan potensi penerimaan tenaga kerja di Maluku Utara yang begitu besar agar masyarakat bisa mengisi,” Kata ketua komisi II DPRD Ishak Naser, Kamis (22/2/2023).
Mantan wakil ketua DPRD itu mengaku, DPRD juga mendapat informasi bahwa ada program Kementerian untuk Calon Pekerjaan Migran Indonesia (CPMI) dengan kuota permintaan sebanyak 150 orang.
Dikatakan Ishak, dengan persyaratannya yang berat, untuk Malut tidak pernah tercapai minimal 20.
“Sehingga kita juga ingatkan dari sisi kesehatan pengetahuan dan yang paling terpenting dari sisi bahasa. Selanjutnya kita meminta lulusan SMK harus dibimbing agar bisa di butuhkan pada pasar kerja baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” jelasnya.
Ishak juga menjelaskan, untuk data kecelakaan tenaga kerja tahun 2022 relatif kecil dan itu bukan menjadi persoalan karena merupakan indikator untuk bisa menjalankan K3.
“Jadi perusahaan tidak bisa lalai walaupun satu orang mengalami kecelakaan. Dan kita berkaca pada kecelakaan smelter beberapa waktu yang lalu,” tutup Ishak. (RS-3)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!