Labuha, Maluku Utara- Ratusan warga Desa Suma Tinggi, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan mengancam akan memboikot pemilihan umum (Pemilu) 2024.
Ancaman ini dilayangkan oleh ratusan warga dalam aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Halmahera Selatan, Selasa (23/1/2024).
Dalam aksi ini warga menuntut agar Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuna agar mencopot Irwan Sandia dari jabatan Kepala Desa Suma Tinggi. Mereka bahkan memberikan waktu seminggu agar Pemkab segera bertindak.
Samsul Sangaji, Koordinator aksi mengatakan, desakan pencopotan Kades Suma Tinggi ini bermula dari sejumlah persoalan seperti tidak direalisasikannya Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap III dan IV, program pangan 20 persen, program fisik badan jalan, insentif badan syarah, guru ngaji, Posyandu dan belum dibayarnya gaji guru PAUD selama 8 bulan.
“Selain itu ada tunjangan perangkat desa dan BPD selama 4 bulan juga belum direalisasi sampai masuk tahun anggaran 2024, makanya kami datang di kantor Bupati untuk mendesak Inspektorat segera usut tuntas masalah ini,” kata Samsul.
Warga Suma Tinggi, kata Samsul, mengancam akan memboikot Pemilu 2024 jika Irwan Sandia tidak dicopot dari jabatannya sebagai kades karena selama kepemimpinannya banyak program dan kegiatan tidak terealisasi.
“Kalau tuntutan ini tidak direspon, kami tolak ikut berpartisipasi dalam pemilu atau boikot pemilu,” tegasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!