Namun, pada tahun 2023 menargetkan capaian ekspor maksimal. “100 persen target keberterimaan di negara tujuan,” katanya.
Dibanding pada 2022, total frekuensi lalu lintas domestik keluar yang melalui BKIPM Wilker Sanana sebanyak 1.663 dengan volume komoditi ikan non hidup sebanyak 701.878 kilogram dan ikan hidup sebanyak 392 ekor dengan nilai mencapai Rp 41.688.448.000.
“Sedangkan untuk ekspor frekuensinya satu kali dengan volume sebanyak 36.230 kilogram ikan non hidup dengan nilai mencapai Rp.5.042.705.704,” rincinya.
Sementara lalu lintas domestik keluar untuk ikan non hidup terdapat lima komoditi dominan yaitu tuna sebanyak 521.140 kilogram, layang sebanyak 67.323 kilogram, rumput laut sebanyak 20.754 kilogram, cakalang sebanyak 18.701 kilogram, dan teri (ngafi) kering sebanyak 17.640 kilogram.
“Untuk ikan hidup terdapat dua jenis komoditi yang dilalulintaskan yaitu kepiting sebanyak 349 ekor dan lobster sebanyak 43 ekor. Sedangkan untuk ekspor, yaitu frozen tuna sebanyak 36.230 kilogram” lanjutnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!