Kadis Lepas Tangan, Gaji Guru Kontrak dan Honor di Sula Tak Terbayar

Sanana, Maluku Utara- Guru Honor Daerah (Honda) Kabupaten Sula mengeluhkan insentif mereka selama beberapa bulan belum dibayar Pemda.

Seperti dikeluhkan salah satu tenaga guru Honda Kabupaten Sula yang ditemui Haliyora, Kamis (12/08/2021).

Guru Honda yang tidak mau namanya dipublis itu mengatakan, insentif gruru Honda di Sula selama beberapa bulan terakhir belum dibayar.

Insentif Tenaga Guru Kontrak Daerah dan Guru Honor Daerah (Honda) yang melekat pada Dinas Pendidikan Kepulauan Sula beberapa bulan belum terbayarkan. Katanya, dirinya tidak mendapat honor lagi namun terus dituntun melaksanakan tugasnya sebagai guru honor.

“Gaji atau insentif kami tenaga guru honor daerah selama beberapa bulan ini belum dibayar. Saya sendiri sudah tidak digaji lagi oleh pihak sekolah tempat saya mengajar, meskipun saya terus dituntut untuk mengajar,” keluhnya.

BACA JUGA  Pemilu 2024, Sebanyak 1.900 Siswa SMA di Sula Belum Perekaman e-KTP

Ketika dikonfirmasi terkait gaji guru Honda tersebut, Plt.Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Sula, Rifai Haitami mengaku belum menerima laporan resmi tentang gaji guru honor yang belum dibayar. Bahkan ia mengatakan, masalah gaji honor bukan tanggungjawab dirinya sebagai Kepala dinas yang baru.

“Secara resmi belum ada yang melaporkan hal itu kepada saya meski kami juga sudah mendengar informasi itu sebelumnya, bahwa beberapa bulan tenaga Honda dan kontrak belum terima insentifnya. Tapi itu bukan tangungjawab saya,” ujar Rifai

Guru Honda dan kontrak sekarang ini, kata Rifai  masih memegang SK lama. Mestinya pada awal tahun anggaran 2021, Kepala dinas di masa pemerintahan HT-ZADI harus melakukan perekrutan tenaga guru Honda dan Kontrak baru dengan SK baru pula., supaya pemerintahan baru sekarang bertanggungjawab membayar gaji atau insentif mereka. “Inikan masih pake SK lama (2020) jadi bukan tanggungjawab saya kalau ada yang mengeluhkan gajinya tidak dibayar,” tandasnya.

BACA JUGA  DPRD Desak Pemkot Ternate Segera Bayar Honor PTT

Rifai mengatakan, pihaknya hanya bertanggung jawab kepada guru kontrak dan Honda yang saat ini dalam proses perekrutan dan hanya menunggu pengumuman hasil seleksinya. “Saya hanya bertanggungjawab pada kepada guru kontrak dan Honda yang sementara ikut tes dan tinggal menunggu pengumuman. Jadi yang lama itu otomatis insentifnya sudah berakhir alias hangus,” ujarnya. (Sarif-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah