Curigai Ada Mafia Mitan di Kepsul, HPMS Desak Kadis ini Dicopot

Kami menduga keras bahwa, 2 ton minyak tanah yang hilang itu dijadikan bisnis gelap oleh Disperindagkop dan PT Sanana Lestari Kabupaten Kepulauan Sula

Sardin Duwila (Koordinator Aksi HPMS)

Ternate, Maluku Utara- Curiga adanya dugaan praktik mafia dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut), Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Landmark Kota Ternate, Senin (13/2/2023).

BACA JUGA  Ancam Keselamatan Warga, Pemkot Ternate Diminta Tutup Galian C di Tabanga

Dalam aksinya, HPMS mencurigai praktek mafia itu dilakukan Disperindagkop Kabupaten Kepulauan Sula dan PT Sanana Lestari selaku agen pangkalan untuk wilayah Kepulauan Sula.

Dalam unjuknya rasanya, HPMS mengatakan, dugaan ini muncul dari perbedaan data distribusi Mitan di pangkalan yang berada di Kepulauan Sula antara Disperindagkop dan PT Sanana Lestari.

Dari orasi yang disampaikan, HPMS memunculkan data dari Disperindagkop, jumlah pangkalan Mitan yaitu sebanyak 98 pangkalan dengan kuota sebanyak 420 ton. Sementara data PT Sanana Lestari menyebutkan sebanyak 101 pangkalan dengan kuota 460 ton.

BACA JUGA  Aksi Samurai Peringati Hari Pahlawan

Dengan begitu, terjadi selisih data jumlah kuota Mitan antara Disperindagkop dan PT Sanana Lestari baik dari jumlah pangkalan maupun jatah Mitan yang berselisih sebanyak 40 ton.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah