Kasus ini kendalanya karena kita tidak mendapatkan saksi-saksi, baik yang melihat maupun yang mendengar
AKBP Cahyo Widiyatmoko (Kapolres Kepulauan Sula)
Sanana, Maluku Utara- Polisi dilaporkan sulit mengungkap dalang dibalik pencurian 40 unit laptop dan delapan proyektor milik Dinas Pendidikan Kepulauan Sula.
Diketahui, kasus pencurian puluhan laptop dan proyektor itu terjadi pada dua tahun lalu, tepatnya 4 Maret 2021 di gudang Disdik Kepulauan Sula. Kasus ini kemudian dilaporkan dan ditangani Polres Kepulauan Sula.
“Kasus ini kendalanya ialah karena kita tidak mendapatkan saksi-saksi, baik yang melihat maupun yang mendengar. Mereka tidak mau menyampaikan sehingga penyidik kesulitan lantaran saksi ini tidak proaktif,” akui Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Cahyo Widiyatmoko, Selasa (7/2/2023).
Kapolres mengatakan, memang semua pihak berkeinginan agar kasus ini segera diungkap siapa aktor di balik pencurian laptop dan proyektor milik Disdik ini.
“Semua mau supaya kasus ini bisa selesai. Namun ini staf Disdik ini tidak memberikan informasi siapa yang menjaga gudang, barangnya ada atau tidak. Ini kita tidak tahu sehingga itu menjadi kendala kita untuk kasus ini,” bebernya.
Meski begitu, kasus ini masih terus diselidiki oleh penyidik Polres Sula. “Kita tetap lakukan penyelidikan,” tandasnya. (RFS-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!