Maba, Maluku Utara-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Timur (Haltim), Provinsi Maluku Utara (Malut) menargetkan terder atau proses lelang kegiatan kegiatan di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai Februari 2023 ini. Hal itu dilakukan Pemkab Haltim agar keterlambatan penyerapan anggaran tidak lagi terjadi seperti tahun 2022 lalu.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Haltim, Ricky Chairul Richfaat, kepada wartawan mengatakan, untuk saat ini proses perencanaan paket kegiatan di OPD sudah mulai dilaksanakan terutama OPD yang memiliki paket kegiatan yang besar.
“Hampir semua proses perencanaan sejak Januari ini sudah mulai ready dilaksanakan terutama untuk di Perkim dan PUPR dan OPD lainnya,” jelas Ricky.
Kata dia, dengan demikian pihaknya menargetkan untuk tender fisik diperkirakan akan sudah dapat dimulai pada akhir Februari mendatang.
“Itu artinya kita sudah jauh lebih maju dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang untuk tender fisik itu baru dilaksanakan pada bulan Mei sehingga ada keterlambatan pada penyerapan kita,” ujarnya.
Dikatakan mantan Kepala Bappeda Haltim itu, keterlambatan kegiatan perencanaan yang dimasukkan oleh OPD pada tahun 2022, menjadi penyebab utama sejumlah kegiatan baru dapat dilaksanakan pada pertengahan tahun maupun akhir tahun 2022.
“Makanya tahun ini kita maksimalkan sehingga alhamdulillah di Januari ini untuk kegiatan perencanaan sudah mulai jalan dan ada sejumlah paket yang sudah dimasukkan untuk perencanaannya,” ungkapnya.
Untuk itu dirinya juga berharap dalam proses percepatan realisasi kegiatan yang dilakukan oleh Pemkab Haltim dapat disupport oleh semua pihak agar kegiatan yang ditargetkan benar-benar sesuai dengan waktu yang ditentukan.
“Begitu juga untuk kegiatan tender kita butuh dukungan agar kegiatan tender juga berjalan transparan,” harap Ricky.
Terpisah Kepala Bagian ULP, Awaludin Tajudin, dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan jika ada sejumlah kegiatan yang sudah tuntas proses perencanaannya karena telah dimulai sejak Desember 2022. Bahkan saat ini sudah masuk pada proses evaluasi tahap dua.
“Kita targetkan di tanggal 28 bulan ini juga sudah mulai kontrak, sehingga akhir Februari atau Maret sudah bisa jalan (pekerjaan) fisiknya. Begitu juga untuk paket paket PL itu justru lebih awal berkisar bulan Februari akhir sudah jalan fisiknya,” ujar Awaludin.
Awaludin juga mengakui ada progres yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dimana untuk kegiatan perencanaan terlambat yang berdampak pada pekerjaan.
“Makanya tahun ini lebih awal. Hal ini juga dimaksudkan agar tidak terjadi keterlambatan pekerjaan oleh pihak rekanan nantinya. Kita berharap semua berjalan sesuai yang ditargetkan,” pungkasnya. (RH-3)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!