Daruba, Maluku Utara-Kapal Pemuat BBM jenis solar, KM Gerbang Rahmat, dilaporkan tenggelam di sekitar Pulau Matita, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara (Malut). Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (26/01/2023) malam sekitar pukul 21.00 WIT.
Berdasarkan informasi yang diterima Haliyora.Id Jumat (27/1/2023), KM Gerbang Rahmat berangkat dari pelabuhan Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan pada Kamis siang pukul 13.40 WIT dengan tujuan ke Pulau Dagasuli, Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) untuk mengantar BBM jenis Solar ke PLN Pulau Dagasuli.
Diketahui dari insiden tersebut, tiga awak kapal yakni Taskir (40 tahun) sebagai nahkoda serta dua ABK yakni Hun (45 tahun) dan Ucil (21 tahun) berhasil diselamatkan. Ketiga warga Desa Juanga Kecamatan Morotai Selatan.
“Setelah itu pada pukul 15.20 WIT, kapal kami diterpa angin kencang serta gelombang tinggi,” ungkap nahkoda KM Gerbang Rahmat, Taskir (40 tahun) ketika dikonfirmasi Jumat siang.
Dikatakan, akibat cuaca dari angin kencang dan gelombang tinggi, pihaknya tidak melanjutkan perjalanan ke Pulau Dagasuli. “Kami memutuskan untuk kembali ke Morotai,” jelasnya.
Dalam perjalanan kembali ke Morotai, kata Taskir, tiba-tiba kapal diterpa angin dan gelombang tinggi di sekitar Pulau Matita. “Sehingga kapal kami yang bermuatan BBM (solar) 10 ton mulai oleng terbawah angin dan mulai tenggelam pelan-pelan,” terangnya.
Pukul 19.20 WIT, Taskir lalu menelpon Ayu yang tak lain saudaranya, memberi tahu ke Basarnas atau para awak speed boat bahwa kapal yang sedang kecelakaan dan sudah hampir tenggelam.
“Jadi saya menyuruh saudari saya untuk meminta pertolongan untuk dievakuasi. Setelah saudari saya beserta suami mendapatkan kabar itu, mereka langsung menuju ke pelabuhan speed boat Daruba meminta pertolongan,” ceritanya.
Setelah dilaporkan, pihak penyelamatan pun menjemput atau mengevakuasi kapal yang mau tenggelam itu dengan pertolongan satu speed boat Permata Fitri yang langsung menuju ke TKP.
Tepat pukul 21.43 WIT, speed boat Permata Fitri berhasil menyelamatkan nahkoda bersama dua ABK untuk dibawa ke pelabuhan Daruba. “Alhamdulillah kami bertiga dalam keadaan selamat,” pungkasnya.
Alhasil, tidak ada korban jiwa atas tenggelam kapal. Namun diperkirakan kerugian materil berupa kapal beserta muatan BBM (solar) sebanyak 10 ton yang diperkirakan bernilai 400 juta rupiah. (RF-3)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!