Halsel, Maluku Utara- Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Halmahera Selatan (Halsel) keciprat Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk tahun 2023 sebesar Rp 23.351.803.000.
Hal ini disampaikan Kepala DP2KP Halmahera Selatan, Agus Heriyawan, saat diwawancarai Haliyora Rabu, (28/12/2022).
Agus mengatakan, DAK yang dialokasikan untuk tahun 2023 ini terdiri dari DAK fisik dan DAK non fisik. “Rinciannya, DAK fisik sebesar Rp 22.657.228.000, terbesar di wilayah Indonesia Timur untuk dinas pertanian, ditambah DAK non fisik Rp 694.575.000 sehingga totalnya itu sebesar Rp 23.351.803.000 tahun 2023. Jika kita bandingkan DAK fisik tahun 2022 hanya sebesar Rp 9,6 miliar dan DAK non fisik hanya sekitar 200 juta lebih,” terangnya.
Agus menjelaskan, berdasarkan juknisnya, DAK fisik ini diperuntukkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Jadi, berdasarkan juknisnya anggaran itu diperuntukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara sewakelola melibatkan kelompok pertanian dan perkebunan, baik itu pembuatan jalan tani, jalan produksi pertanian, irigasi tanah dangkal, tanah air dalam untuk sentral pertanian tanaman pangan hultukultural dan perkebunan,” urainya.
Menurut Agus, kenaikan DAK fisik dan non fisik ini tidak terlepas dari terobosan Bupati Usman Sidik dalam melakukan audiens dengan Kementerian Pertanian di Pusat tahun lalu.
“Alhamdulillah, Halmahera Selatan mendapatkan jatah DAK terbesar khusus wilayah Indonesia Timur. kenaikan DAK ini merupakan berkat upaya pak Bupati melakukan lobi ke pusat dengan back-up data teknis dan non teknis yang dipersiapkan secara detail berdasarkan permintaan pak Bupati mengajukan ke Kementerian Pertanian,” pungkasnya. (Asbar-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!