Akibat Kelangkaan, Pemda Sula Sidak Mita di 12 Pangkalan

Sanana, Maluku Utara- Pemerintah Kepulauan (Pemkab) Kepulauan Sula (Kepsul) bersama TNI-POLRI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Bahan Bakar Minyak (BBM), kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah.

Sejumlah pangkalan yakni 4 Putri, Pangkalan Ikhlas, Pangkalan Dua Putri, Pangkalan Al-Barokah, Pangkalan Makmur, Pangkalan Safitri, Pangkalan Santi Indah, dan Pangkalan Farida yang kesemuanya di desa Mangon, serta Pangkalan Dua Sehati Desa Falahu, Pangkalan Algibra Desa Waiipa, Pangkalan Ifon Desa Fogi, serta Pangkalan Risky Tombong Desa Fagudu, jadi sasaran Sidak dimaksud pada Selasa (6/12/2022).

“Tadi kita sudah sidak. Nanti kita panggil agen minyak tanah, dalam hal ini PT Sanana Lestari beserta pemilik pangkalan untuk rapat bersama sekaligus menanyakan terkait dengan kelangkaan minyak tanah di Sula,” kata Wakil Ketua Satgas, Asisten II Bidang Ekonomi, H. Kamal Sangadji, saat diwawancarai usai sidak tersebut.

BACA JUGA  Sasar 4.000 Penerima, MBG di Morotai Mulai Jalan Akhir Tahun, Sekda : Investor Lokal Siap Beri Dukungan

Menurutnya, dalam sidak tersebut, setelah diinterogasi, salah satu penyebabnya tak lain adanya penjualan ke pengecer oleh pihak pangkalan.

“Jadi, tadi kita sudah melakukan pencegahan untuk tidak lagi dijual ke pengecer. Apabila terungkap ada pemilik pangkalan yang nakal, maka Dinas Disperindagkop langsung mencabut izin usaha yang bersangkutan,” tegasnya.

Meskipun demikian, namun tim Satgas akan memastikan dalam dua minggu kedepan, minyak tanah akan kembali dijual normal seperti biasanya.

“Kita akan terus melakukan pengawasan ketat, karena ini minyak bersubsidi yang harus benar-benar disalurkan kepada masyarakat. Insya Allah dalam dua Minggu ke depannya, masyarakat tidak lagi merasakan kesulitan mendapatkan minyak tanah,” katanya.

BACA JUGA  Pemkot Tikep Komitmen Percepat Pengadaan Barang dan Jasa Untuk Tahun 2023

Mantan Kaban Kesbangpol itu menyebutkan, penjualan minyak tanah yakni dari hari Senin sampai Kamis, 80 ton yang dihitung per hari sebanyak 20 ton. Kemudian, di hari Jumat 10 ton. Terhitung secara keseluruhan, sebanyak 90 ton dalam lima hari yang dapat disalurkan di berbagai pangkalan.

Ia berharap, masyarakat bisa bersabar dan tidak lagi membeli minyak ke pengecer. “Kepada semua masyarakat, kami harap semua bisa bersabar hingga masalah kelangkaan dapat teratasi. Dan kami menghimbau, jangan lagi membeli minyak ke pengecer, itu bukan harga bersubsidi,” pungkasnya. (Sarif-3)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah