Ternate, Maluku Utara- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate, Rus’an, mengakui saat ini PUPR belum mampu mengerjakan secara keseluruhan drainase yang ada di Kota Ternate. Hal itu disebabkan pagu anggaran yang melekat di Dinas PUPR sangat terbatas, sehingga drainase hanya dibangun pada titik tertentu yang berpotensi banjir sangat tinggi.
“Sebenarnya pembangunan drainase ini sangat banyak, tapi ada pekerjaan besar kita di tahun ini yaitu hanya di tiga kecamatan yakni Ternate Utara, Tengah dan Selatan,” katanya saat diwawancarai Haliyora, Rabu (12/10/2022).
Rus’an menjelaskan, pembangunan drainase yang dibangun di tiga kecamatan itu karena dianggap memiliki Daerah Rawan Banjir (DRB). Meskipun begitu, pekerjaannya tidak dilakukan secara keseluruhan, tetapi hanya dilakukan pada titik-titik tertentu saja.
“Kalu di Ternate Selatan itu ada enam titik, Ternate Tengah enam titik juga, sementara untuk di Ternate Utara itu ada lima titik. Jadi total semuanya ada 17 titik yang saat ini dikerjakan,” ungkapnya.
Rus’an mengaku, total anggaran pembuatan 17 drainase di kecamatan itu sebesar 2,75 miliar bersumber dari APBD 2022. Kata dia, saat ini progres pekerjaannya sudah di atas rata-rata 20 persen.
“Pembangunan ini kita rencanakan sampai Desember itu sudah selesai, semoga kondisi cuaca ini tidak menganggu, tapi kami akan berupaya menyelesaikan dengan trik-trik pekerjaan yang dilakukan pada malam hari,” tandasnya. (Wan-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!