Imunisasi Anak Usia 9 Bulan Sampai 12 Tahun di Kota Ternate Paling Terendah

Ternate, Maluku Utara- Imunisasi anak usia 9 bulan sampai 12 tahun di Kota Ternate mulai Juli hingga September 2022, tercatat sudah mencapai 27,6 persen. Itu disampaikan oleh Plt. Kadis Kesehatan Kota Ternate, Muhammad Sagaf.

Katanya, angka tersebut adalah terendah di antara 10 kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara.

Dikatakan, rendahnya angka capaian ini disebabkan karena rendahnya tingkat kunjungan masyarakat ke posyandu, penolakan orang tua untuk anaknya diberikan imunisasi tambahan Campak Rubella dengan berbagai alasan, serta pada saat pelaksanaan BIAN di pos sekolah, pihak sekolah kurang menekankan setiap siswa wajib diimunisasi.

Muhammad menyebutkan, pandemi Covid-19 juga mengakibatkan pelaksanaan imunisasi rutin selama setahun tidak berjalan optimal, sehingga terjadi penurunan cakupan imunisasi rutin, baik imunisasi dasar maupun imunisasi lanjutan, sehingga berdampak pada peningkatan jumlah kasus PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi ) seperti campak, rubella dan difteri.

BACA JUGA  Posisi Ketua DPRD Sula, Golkar Berambisi, Demokrat Siap Pertahankan

Ia menjelaskan, campak merupakan penyakit yang menular (infeksius) yang disebabkan oleh morbilivirus dan menular melalui saluran nafas. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (Pneumoni), radang otak (ensifilitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian.

Sedangkan Rubella adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Rubella. Virus ini menular melalui percikan ludah yang ditandai dengan gejala awal seperti demam ringan, ruam makulo popular dan pembengkakan melalui kelenjar limfe di daerah leher dan belakang telinga. Rubella berupa penyakit ringan pada anak, tetapi bila menulari ibu hamil pada awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

“Jadi kita akan terus melakukan imunisasi kepada anak, sebab imunisasi terhadap anak itu untuk mencegah penularan penyakit campak dan rubella di masyarakat. Sasaran yang ditentukan adalah anak usia 9 bulan sampai 12 tahun,” kata Muhammad begitu dikonfirmasi, Rabu (07/09/2022).

BACA JUGA  Giliran Mantan Ketua Komisi III DPRD Malut Rusihan Jafar Diperiksa, Kejati Beri Penegasan Usut Tuntas

Ia menambahkan, upaya dalam mencapai eliminasi campak-rubella, selain pada penguatan imunisasi rutin, juga perlu pemberian imunisasi tambahan campak-rubella yang sifatnya massal dan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya bagi sasaran prioritas yang telah ditetapkan.

Dikatakan, ada program pelaksanaan BIAN yang berlangsung sejak bulan Mei 2022, untuk capaian Provinsi Maluku Utara. Untuk Kota Ternate diestimasikan sasaran imunisasi tambahan campak rubella sebanyak 45.572, namun hingga sekarang batu diangka 27,6 persen, berada di urutan paling bawah di antara kabupaten/kota lain di Maluku Utara.

“Data jumlah sasaran prioritas anak usia 9 bulan sampai 12 tahun sebanyak 44.134 anak. Namun yang belum mendapatkan imunisasi campak rubella sebanyak 31.950. Angka ini tentunya belum mencapai target global untuk eliminasi campak rubella di Kota Ternate,” terangnya. (Arul-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah