Halsel, Maluku Utara- Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan menggagas sekolah besar gabungan siswa-siswi di 10 sekolah tingkat SD Negeri dan 3 (tiga) sekolah tingkat SMP Negeri. Sekolah besar gabungan tersebut dibangun tahun ini.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Selatan, Safiun Radjulan, saat diwawancarai Haliyora di kantornya, Jum’at (02/9/2022).
Safiun mengatakan, pembangunan infrastruktur gedung sekolah besar gabungan dari beberapa sekolah SD dan SMP yang berlokasi di Desa Hidayat Kecamatan Bacan itu dikerjakan bertahap. Tahun 2022 ini dialokasikan melalui anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 7,2 miliar, terbagi atas kegiatan fisik sebesar Rp 6,5 miliar terdiri dari bangunan kantor sekolah besar dan mobiler kantor yang dianggarkan sebesar Rp 700 juta.
Untuk lahan yang dibutuhkan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan tak main-main. Saat ini lahan yang sudah dibebaskan untuk pembangunan sekolah tersebut seluas 2 hektar dari 4 hektar lahan yang dibutuhkan.
“Pembangunan infrastruktur sekolah besar itu bertahap dan ditargetkan rampung tahun 2024, sementara tahun 2022 ini fokus pembangunan infrastruktur kantor SMP dan pengadaan mobiler. Karena ruang kelas belajar SMP itu sebanyak 45 kelas sedangkan ruang kelas SD 78 kelas akan dibangun bertahap,” jelas Safiun.
Safiun menyampaikan, sekolah yang dibangun itu akan menampung 2.166 siswa SD dan 1.100 lebih siswa di 10 sekolah negeri di wilayah ibu kota dan 3 sekolah SMP di wilayah Ibukota Bacan.
Dikatakan Safiun, infrastruktur sekolah dasar (SD) butuh anggaran sebesar Rp 50 miliar lebih, sedangkan bangunan SMP sebesar Rp 30 miliar lebih berdasarkan rinciannya di luar mobiler.
“Ditaksir berdasarkan rinciannya pembangunan infrastruktur sekolah SD lantai dua itu butuh anggaran sebesar Rp 50 miliar dan bangunan SMP hingga rampung dibutuhkan anggaran sebesar Rp 30 miliar lebih di luar anggaran mobiler dan infrastruktur bangunan kantor,” paparnya.
Ia menambahkan, pembangunan sekolah besar itu merupakan gagasan yang dikonsepkan Bupati Usman Sidik meniru sekolah besar ala Uni Soviet (Rusia), bekas negara adidaya berdasarkan pengalamannya.
“Jadi, sekolah besar ini merupakan terobosan baru di Malut lewat gagasan dan konsep Bupati diterapkan di Bumi Saruma Halsel meniru sekolah unggulan di negeri Uni Soviet (Rusia),” pungkasnya. (Asbar-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!