Catat ! Realisasi APBD di Malut Per Juli 2022 Sebesar Rp 5,8 Triliun

Ternate, Maluku Utara- Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara mencatat realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di Maluku Utara sampai Juli 2022 sebesar Rp 5.864 triliun dari total pagu sebesar Rp 43,834 triliun.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara, Adnan Wimbyarto, mengatakan realisasi APBD dari Belanja Daerah sebesar Rp 4,37 triliun dari total pagu Rp 30,984, sementara pembiayaan daerah sebesar Rp 124,70 miliar. “Sementara akumulasi Silpa yang dihasilkan sebesar Rp 1.35 triliun,” kata Adnan, Senin (15/08/2022).

Dikatakan, realisasi pendapatan APBD Provinsi Maluku Utara sampai Juli 2022 ini masih didominasi oleh komponen dana transfer mencapai 90.03 persen dari total pendapatan APBD. “Besarnya proporsi dana transfer dalam komponen pendapatan APBD menunjukkan bahwa kapasitas fiskal daerah masih rendah,” ucapnya.

Olehnya itu, sambung Adnan, perlu adanya upaya dari Pemda dalam menggali lebih dalam lagi potensi-potensi yang ada di Maluku Utara untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BACA JUGA  Upacara HUT ke-80 RI Tahun 2025 di Pulau Morotai Dipusatkan di Lapangan MTQ

Lebih rinci, untuk realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) per 31 Juli 2022 sebesar Rp 215.00 miliar, sementara realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 3.692.94 miliar, lalu Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp 550.92 miliar, sedangkan DAK Non Fisik sebesar Rp 596,09 miliar. Selanjutnya Dana Insentif Daerah atau DID terealisasi sebesar Rp 25.13 miliar.

Selain kondisi fiskal di Maluku Utara, Adnan juga menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Maluku Utara memberikan sinyal positif terhadap prospek ekonomi di tahun 2022 dan meningkatkan keyakinan pelaku pasar terhadap pemulihan ekonomi Indonesia.

“Berbagai Indikator ekonomi di wilayah Maluku Utara mengalami perkembangan yang sangat baik, seperti pertumbuhan ekonomi di Triwulan Il 2022 yang mampu tumbuh sebesar 21,74 persen (yoy) jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,44 persen. Kontribusi tertinggi disumbang sektor industri pengolahan dan sektor pertambangan dan penggalian,” papar Adnan.

BACA JUGA  Di Hadapan ASN, Bupati Halsel Tegaskan Kembali Maju Pilbup 2024

Sementara dari sisi produksi, lanjut Adnan, industri pengolahan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 114,45 persen (yoy) dan dari sisi pengeluaran, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 112,19 persen (yoy).

“Tingkat inflasi Maluku Utara pada bulan Juli 2022 sebesar 3.49 persen(yoy) di bawah inflasi nasional sebesar 4,94 persen (yoy). Inflasi terjadi di tiga kelompok pengeluaran yang disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,57 persen, lalu perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin 0,12 persen dan kelompok transportasi 5,30 persen,” pungkasnya. (Arul-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah