Tidore, Maluku Utara- Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menemukan 11 kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) diwilayah Tikep. Jumlah kasus DBD ini terbilang masih menurun dibanding periode sebelumnya pada bulan Maret, sebanyak 23 kasus.
“Kalau Maret kemarin itu kita sempat di status KLB DBD. Tapi ditangani dan alhamdulilah menurun, namun dua minggu terakhir ini ada 11 kasus baru lagi,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Abdul Majid Do M Nur, (19/7/2022).
Abdul Majid menjelaskan, pada periode sebelumnya sebanyak 23 kasus yang ditemukan oleh Dinas Kesehatan, namun sudah ditangani dengan baik.
“Namun dari 23 kasus periode April-Mei tersebut sudah di kategorikan sembuh, tinggal saat ini yang muncul 11 kasus, sementara dalam penanganan di rumah sakit. Dinkes sudah melakukan langkah pencegahan dengan memberikan abatisasi ke semua warga di wilayah yang kasusnya muncul ,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD, selain membagikan bubuk abate kepada warga, Dinas Kesehatan juga gencar melakukan fogging didaerah-daerah yang muncul kasus baru DBD tersebut seminggu terakhir ini.
“11 kasus baru yang muncul ini seperti di Kelurahan Rum, Dokiri, dan Toloa. Kami sudah melakukan fogging di titik-titik tersebut,” sebut Abdul Majid.
Ia menambahkan, mengantisipasi bahaya penyakit ini, Wali Kota Tikep juga telah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat agar kiranya menindaklanjuti instruksi dimaksud.
“Karena kondisi hujan seperti ini, masyarakat tolong jangan buang sampah sembarangan, kalau ada tempat yang ada genangan airnya tolong dibersihkan, sampah-sampah yang ada perlu juga dikubur,” pintanya. (YH-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!