Halsel, Maluku Utara- Perencanaan (Konsep) infrastruktur Smart City Kabupaten Halmahera Selatan mengedepankan aspek interaksi sosial, saat ini gagasan tersebut mulai diwujudkan melalui action pekerjaan pembangunan fisik.
Itu disampaikan Ketua Tim Percepatan Pembangunan Smart City, Samsuddin Abas, saat diwawancarai Haliyora di area proyek Tugu Zero point Desa Labuha, Kecamatan Bacan, Sabtu, (21/05/2022).
Samsuddin menjelaskan, konsep Tugu Zero Point dan Papaloang Park berfungsi sebagai ruang terbuka hijau (RTH) sebagai Ruang Publik Kota Pintar (Smart city) .
“Berdasarkan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR), panjang pantai kurang lebih 100 meter diperuntukkan ruang terbuka hijau, sementara RTH Papaloang park 100×100 meter dan RTH zero point sekitar 2 kilo meter, dari jembatan Habibi sampai pantai tembal,” jelasnya.
Samsuddin juga menjelaskan nantinya disediakan sejumlah infrastruktur pendukung lain seperti wifi dan UMKM Melenial.
“Karena Tugu Zero Point merupakan titik nol dari kota Labuha sebagai Ibukota Halsel maka berbagai icon seperti burung Bidadari Halmahera, batu bacan dan monyet itu ditampilkan sebagai ciri khas Bacan,” urai Samsuddin yang juga kepala DLH Halsel,” tambah Samsudin.
Diketahui, dana proyek pembangunan Tugu Zero Point bersumber dari DAU sebesar Rp 6,395 miliar sedangkan Papaloang park sebesar Rp 6,590 miliar. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!