Ciri Khas Bacan Bakal Tersaji di Tugu Zero Point

Halsel, Maluku Utara- Perencanaan (Konsep) infrastruktur Smart City Kabupaten Halmahera Selatan mengedepankan aspek interaksi sosial, saat ini gagasan tersebut mulai diwujudkan melalui action pekerjaan pembangunan fisik.

Itu disampaikan Ketua Tim Percepatan Pembangunan Smart City, Samsuddin Abas, saat diwawancarai Haliyora di area proyek Tugu Zero point Desa Labuha, Kecamatan Bacan, Sabtu, (21/05/2022).

Samsuddin menjelaskan, konsep Tugu Zero Point dan Papaloang Park berfungsi sebagai ruang terbuka hijau (RTH) sebagai Ruang Publik Kota Pintar (Smart city) .

BACA JUGA  76 Desa di Halsel Zona Merah, Sekolah Terapkan Belajar Daring, Ini Rinciannya

“Berdasarkan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR), panjang pantai kurang lebih 100 meter diperuntukkan ruang terbuka hijau, sementara RTH Papaloang park 100×100 meter dan RTH zero point sekitar 2 kilo meter, dari jembatan Habibi sampai pantai tembal,” jelasnya.

Samsuddin juga menjelaskan nantinya disediakan sejumlah infrastruktur pendukung lain seperti wifi dan UMKM Melenial.

BACA JUGA  KPK Ultimatum Ketua DPRD Maluku Utara

“Karena Tugu Zero Point merupakan titik nol dari kota Labuha sebagai Ibukota Halsel maka berbagai icon seperti burung Bidadari Halmahera, batu bacan dan monyet itu ditampilkan sebagai ciri khas Bacan,” urai Samsuddin yang juga kepala DLH Halsel,” tambah Samsudin.

Diketahui, dana proyek pembangunan Tugu Zero Point bersumber dari DAU sebesar Rp 6,395 miliar sedangkan Papaloang park sebesar Rp 6,590 miliar. (Asbar-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah