Morotai, Maluku Utara- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite masih terjadi di Kabupaten Pulau Morotai sejak 3 hari belakangan ini.
Hal ini menyebabkan antrean panjang kendaraan roda dua dan empat sejauh 500 meter di APMS Darame Kecamatan Morotai Selatan pada, Senin (25/4/2022).
Beberapa sopir mengaku mengantre hingga 2 jam untuk mendapatkan Pertalite. “Saya antri dari jam 09.00 pagi sampai jam 11.00 siang baru bisa masuk isi minyak,” keluh Fai.
Hal serupa dikeluhkan pengendara lainnya, yang mengaku kesulitan mendapatkan minyak Pertalite sejak dua minggu terakhir. “Minyak di depot kosong, makanya harus antri di sini,” ujar Halik Lotar.
Riyan, teman Halik yang juga sopir bahkan meminta pemda segera mengatasi kelangkaan BBM di Morotai.
“Saya dari Usbar, Kecamatan Morotai Selatan Barat. Di kampung saya minyak Pertalite dan Pertamax kosong. Jadi lari ke Daruba, tapi ternyata di Daruba juga semua depot kosong. Terpaksa harus antri di sini (APMS). Ampong so dua Minggu kong bagini terus. Lebaran tinggal berapa hari kong keadaan model bagini,” keluhnya.
Pantauan Haliyora, di 11 desa di Kecamatan Morotai Selatan dan Morotai Selatan Barat serta di Morotai Timur tidak satupun depot yang menjual minyak, baik Pertalite maupun Pertamax.
Sementara di depot di seputaran Kota Daruba, juga tidak ditemukan BBM jenis Pertalite dan Petamax dijual. “Yang ada ini hanya minyak tanah,” kata Agung, pemilik salah satu depot di kawasan Tanh Tinggei, Desa Gotalamo. (Tir-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!