Sanana, Maluku Utara- Mantan Kadis Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sula Rizal Drakel menyebut uang honor penari kolosal dalam Festifal Tanjung Waka sudah cair tapi belum dilakukan pembayaran kepara para penari. Ia meminta hal tersebut ditanyakan kepada Kadis Pariwisata sekarang, Kamaludin Darakel.
Saat dikonfirmasi tentang pernyataan mantan Kadis Pariwisata tersebut, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kepulauan Sula, Kamaludin Drakel Merasa geram.
Kamaludin Drakel mengungkapkan, mantan Kadis Priwisata Rizal Drakel hanya serahkan uang sebesar Rp 100 juta, padahal honor penari kolosal sebanyak 250 orang ditambah empat pelatih sebesar Rp 250 juta.
“Honor penari itu sebesar Rp 250 juta, per penari dijanjikan 1 juta, tapi uang yang diserahkan oleh Rizal Drakel kepada kami hanya Rp 100 juta, dan dia suruh bayar masing-masing penari sebesar Rp 500.000 saja. Itu pun menurut saya tidak bisa karena jumlah penari 250 orang,” ungkap Kamaludin. Rabu (13/4/2022)
Lantaran tidak cukup, sambung Kamaludin, sehingga bendahara tidak berani bayar. “Karena kalu dibayar akan jadi masalah. Jadi sampai sekarang uang itu masih ada di bendahara,” terang Kamaludin.
Kamaludin menambahkan, dengan masalah tersebut pihaknya diperintahkan Bupati agar segera menyelesaikan persoalan honor anak-anak penari FTW itu. “Ibu Bupati sudah perintahkan untuk segera membayar honor anak-anak penari,” pungkasnya. (Sarif-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!