Ternate, Maluku Utara- Akhir-akhir ini masyarakat mengeluhkan kenaikan harga BBM. Sebab kenaikan harga BBM dapat memicu kenaikan harga barang lainnya. Sementara, dunia termasuk Indonesia masih dihantui Pandemi Covid-19.
Bank Indonesia (BI) menyebut kenaikan harga BBM itu akibat perang antara Rusia dan Ukraina.
Konflik Rusia dan Ukraina disebut penyebab keterbatasan pasokan minyak dan gas, sehingga BBM jenis Pertamax harganya melonjak, bahkan berpengaruh juga terhadap harga BBM jenis Pertalite.
Itu disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Ternate, Maluku Utara, R Eko Adi Irianto kepada Haliyora, Kamis (07/04/2022).
“Di lapangan kan memang yang naikkan harga adalah Pertamax, tapi juga berpengaruh pada pertalite,” kata Eko.
Eko mengatakan stok solar pasokannya terbatas sejak tahun-tahun sebelumnya, dan diproyeksikan untuk Indonesia Timur pasokan solar lebih sedikit dibandingkan Indonesia bagian Tangah dan Barat.
Eko berharap kenaikan harga BBM ini tidak berpengaruh pada kenaikan harga bahan pokok.
“Mudah-mudahan kenaikan harga BBM ini tidak berpengaruh terhadap kenaikan harga bahan pokok seperti terigu, gula, minyak goreng maupun bahan pokok lainnya. Sebab pasakon bahan pokok itu kebanyakan dari luar Maluku Utara yang tentunya untuk mendatangkan ke Maluku Utara,” harapnya.
Menurut Eko, pasokan bahan pokok dari Jawa harus lebih dijaga kestabilan harganya, karena perjalanan cukup jauh. ”Jadi bisa ada kenaikan ongkos transportasi laut karena pengaruh keterbatasan BBM itu,” pungkasnya. (Arul-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!