Maba, Maluku Utara- Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Halmahera Timur (Haltim) kembali merencanakan penertiban Harga Eceran Tertinggi (HET) BBM untuk pengecer yang ada di wilayah Halmahera Timur.
Hal itu dilakukan menyusul perubahan harga BBM terutama jenis Pertamax sejak 01 April 2022.
Kepala Disperindagkop, Riko Debeturu kepada Haliyora via telpon, Kamis, (07/04/2023), mengatakan, Disperindagkop akan melakukan rapat staf Jum’at besok (08/04/2922), untuk menetapkan HET BBM bagi pengecer.
“Besok kita akan rapat bersama staf untuk melakukan penetapan HET bagi pengecer agar tidak ada permainan harga di kalangan pengecer,” jelasnya.
Kata dia, pihaknya telah mendapat sejumlah laporan dari masyarakat yang merasa bingung dengan adanya kenaikan harga BBM jenis Pertalite di tingkat pengecer saat ini. “Makanya kami perlu melakukan penetapan HET baru agar diketahui masyarakat,” ujarnya.
Dijelaskan, harga BBM yang naik saat ini adalah jenis Pertamax sehingga wajar jika terjadi kenaikan pada tingkat pengecer sebesar Rp 15.000, namun untuk harga BBM jenis Pertalite tidak mengalami kenaikan sehingga tidak bisa dijual di atas HET eceran yakni Rp 10.000 yang sebelumnya telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Tapi yang kita lihat di pengecer, BBM jenis Pertalite dijual sampai Rp 13.000 hingga Rp 14.000, padahal harga Pertalite tidak naik. Ini yang akan kami tertibkan,” terangnya.
Diungkapkan, Disperindagkop menemukan banyak penjual BBM jenis Pertamax di Kecamatan kota Mana menjual di atas harga HET. “Kalau di Buli dan Subaim semuanya normal, justeru yang paling bandel itu pengecer yang ada di Kota Maba,” katanya.
Untuk memastikan agar tidak ada pengecer yang menjual BBM di atas HET terutama Pertalite, maka setelah rapat besok, pihak dinas bersama Polres akan melakukan penertiban terutama di wilayah Kota Maba. “Kita akan melakukan penertiban pasca rapat besok,” tandasnya.
Mantan Camat Wasile Utara itu juga meminta warga agar melapor ke Disperindagkop jika menemukan para pengecer sengaja bermain harga.
“Saya minta kepada masyarakat kalau menemukan ada penjual BBM yang main harga agar segera melapor ke Disperindagkop. Kalau ada laporan saya akan perintahkan staf untuk langsung turun. Kami sudah komitmen bersama dengan PTSP untuk mencabut izin usaha pengecer bandel. Kita akan tegas,” ujar Riko.
Saat ini Riko mengaku sedang berada di Pertamina Tobelo untuk melakukan koordinasi untuk menambah stok BBM jenis Pertalite di Haltim. “Mudah-mudahan kalau hasilnya seperti apa baru saya informasikan lebih lanjut. Saya berharap ada penambahan stok untuk Haltim,” pungkasnya. (HR-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!