Ternate, Maluku Utara- Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ternate, Abdullah H. M. Saleh kepada Haliyora, Senin (07/03/2022), mengatakan, Pemkot mengasumsikan akan mengalami defisit anggaran sebesar Rp 75 miliar pada tahun ini (2022).
Menanggapi itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Tenate Mubin A. Wahid kepada Haliyora, Senin (07/03/2022) mengatakan terkejut mendengar pernyataan Kepala BPKAD tersebut. Pemkot disebut terlalu cepat panik.
Menurutnya, pemerintah semestinya melihat APBD Kota Ternate sebagai dasar untuk nilai devisit, tidak bisa menyebut angka defisit secara sembarangan. Apalagi tidak ada perintah dari Pusat untuk melakukan refocusing.
“Saya heran dan kaget tiba-tiba ada pernyataan defisit sebesar Rp 75 miliar lebih. Pemkot terlalu cepat panik. Defisitnya dari mana. Sumber mana yang dijadikan rujukan bahwa pemerintah mengalami defisit sebesar Rp 75 miliar. Padahal pemerintah pusat saja tidak memerintahkan refokusing anggaran. Boleh jadi pemerintah memprediksi bahwa angka defisit ini lantaran pendapatan yang tidak tercapai,” ujar Mubin mempertanyakan.
Mubin menilai skema pengelolaan keuangan oleh Pemkot Ternate sangat buruk. “Kalau pemerintah mampu mengelola keuangan dengan baik maka sekalipun terjadi defisit tidak ada masalah,” ujarnya.
Sambung Mubin, DPRD sudah berikhtiar dari awal dan selalu mengingatkan agar jangan sampai terjadi defisit anggaran.
Politisi PPP itu menambahkan, kalau defisit anggaran mencapai angka Rp 75 miliar itu menyebabkan banyak resiko. “ Akan ada banyak program prioritas Wali Kota, Visi-Misi tidak akan jalan,” pungkasnya. (Wan-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!