Sofifi, Maluku Utara- Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan pelaksanaan Sail Tidore.
Rakor tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Malut, Gosale Puncak, Senin (3/1/2022).
Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalo menjelaskan, rakor yang digelar dengan harapan agar kegiatan yang dijadwalkan pada tahun lalu dapat berjalan tahun ini.
“Kami berharap ada koordinasi dan kerjasamanya, sehingga kegiatan ini bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,” kata Ismail kepada Haliyora.id.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Sail Tidore yang dijadwalkan berlangsung pada 2021 itu telah diundurkan pada bulan September 2022. Ini berdasarkan SK revisi dari Kemenkum HAM.
Bahkan infrastruktur pendukung Sail Tidore, kata Ismail, sudah selesai 100 persen.
“Kami pikir persoalan infrastruktur tidak menjadi masalah, yang terpenting koordinasi antara Pemerintah Kota Tikep dengan Pemprov dan Kementerian terkait,” ujarnya.
Meski infrastruktur Sail Tidore telah rampung menggunakan alokasi APBD Tikep kurang lebih Rp 70 miliar, namun Ismail berharap, adanya peran aktif dari Pemprov Maluku Utara dalam membantu kekurangan-kekurangan pelaksanaan Sail Tidore 2022.
“Karena tidak mungkin kegiatan sebesar ini ditanggulangi sendiri oleh Pemkot Tikep, sehingga kami juga membutuhkan bantuan dari provinsi dan pemerintah pusat,” ucapnya.
Ia menambahkan, dalam rakor tersebut juga membahas soal pembentukan panitia Sail daerah, Sekretariat, dan kekurangan-kekurangan infrastruktur pendukung lainnya.
Tahmid Wahab, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara menyatakan, pemerintah provinsi sangat mendukung kegiatan Sail Tidore. Bahkan, kata Tahmid, Pemprov sudah membangun infrastruktur perindustrian dan perdagangan di kota setempat. Begitu pun dengan dukungan anggaran, Pemprov melalui Dinas Pariwisata Malut menyediakan anggaran senilai Rp 10 miliar.
“Sehingga pada saat rapat tadi kita sudah bersepakat bahwa salah satu kegiatan Sail Tidore memasukkan kegiatan dengan nama Festival Kieraha dan lokasinya di Guraping,” tambahnya. (Sam-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!