Halsel, Maluku Utara- Bangunanan pasar Saruma Central Business District (SCBD) dan Mini Mall Saruma hingga sekarang belum difungsikan lantaran sejumlah item pekerjaan belum selesai hingga disorot Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik. Ia menilai perencanaan dua bangunan yang terletak di Desa Tuwokona, Kecamatan Bacan Selatan itu tidak beres.
Itu disampaikan Bupati saat diwawancarai Haliyora di lantai II kantor Bupati Jum’at, (17/12/2021).
“Perencanaannya berubah sebanyak tiga kali dan sampai sekarang bangunan itu belum dapat difungsikan. Ada beberapa item pekerjaan belum selesai dikerjakan. Jadi menurut saya perencanaannya tidak beres,” ujar bupati.
Usman menyebut, saluran pembuangan dan fasilitas air belum ada. “Jadi bagaimana mau ditempati. Pemda juga ingin agar pasar tersebut cepat difungsikan, tetapi kalau saluran pembuangan dan air tidak ada, tidak mungkin kita mau fungsikan. Kalau mau difungsikan maka harus selesaikan item pekerjaan saluran pembuangan dan fasilitas air dulu,” tandas bupati.
Menurut Usman, dinas terkait harus mendesak kontraktornya agar segera menyelesaikan sejumlah pekerjaan SCBD dan Mall Saruma itu.
“Seharusnya sejak awal dinas terkait melihat item pekerjaan yang belum tuntas sehingga mendesak pihak ketiga tuntaskan barulah pasar itu difungsikan. Masa pekerjaan tidak beres begitu dibiarkan begitu lama,” ujarnya.
Usman mengungkapkan, untuk penyelesaian pekerjan pasar SCBD dan Mall itu sudah ada luncuran dana dari DAU, namun dipakai untuk pemasangan tegel dan plafon yang rusak.
“Padahal tegel dan plafon rusak itu kan masih dalam masa pemeliharaan, jadi biaya perbaikan mestinya ditanggung oleh rekanan, sehingga DAU itu dipakai untuk pembuatan saluran pembuangan dan penyediaan fasilitas air,” ungkap Usman.
Diketahui anggaran pembangunan pasar SCBD dan Mall Saruma itu menggunakan dana pinjaman dari PT. SMI sebesar Rp 60 Miliar. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!