Ternate, Maluku Utara- Status tanggap darurat cuaca ekstrim dan gelombang pasang di Kota Ternate berakhir pada Minggu (19/12/2021). Itu disampaikan oleh Kepala BPBD Kota Ternate M. Arif Gani kepada Haliyora, Minggu sore.
Kata Arif, dengan berakhirnya masa tanggap darurat cuaca ekstim tersebut maka 731 warga atau 163 KK yang mengungsi akibat gelombang pasang di beberapa kelurahan telah dipulangkan ke rumah-masing-masing.
“Warga yang mengungsi, baik di SKB, Lapangan Salero maupun di Afe Taduma akan dipulangkan hari ini juga (Minggu,red),” kata Arif.
Meski masa tanggap darurat telah berakhir dan pengungsi dipulangkan, kata Arif, BPBD akan menangani kondisi pasca bencana yakni merehabilitasi dan merekontruksi kerusakan bangunan, baik rumah warga maupun fasilitas umum.
“Data kerusakan sudah ada, jadi tinggal kita rehab kerusakan-kerusakan yang ada. Baik rumah penduduk maupun fasilitas umum,” ujar Arif.
Ia menyebut rumah warga yang rusak sesuai data sebanyak 28 unit di Kelurahan Sangaji dan Salero. “Terdiri dari kerusakan ringan sebanyak 17 unit dan 11 unit rusak sedang. Sementara fasilitas umum yang rusak adalah jembatan Speed boat di Kota Baru, jembatan Dodoku Ali, talud penahan ombak di belakang Mall Jati Land sepanjang 36 meter, talud penahan ombak di Kelurahan Tobololo, dan talud di Batang Dua,” sebut Arif.
Bukan hanya itu, sambung Arif, ada juga warga Kelurahan Gambesi yang datang melapor bahwa taman kangkung juga rusak. ”Jadi kita akan data berapa jumlah warga yang terdampak supaya kita berikan stimulus,” pungkasnya. (Arul-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!