Sofifi, Maluku Utara- Puluhan Guru Honorer (Honda) SMA/SMK. Provinsi Maluku Utara menggelar aksi demo di kantor Gubernur, pada Senin (13/12/2021). Mereka ingin meminta penjelasan Gubernur terkait gaji mereka selama sembilan bulan belum dibayar.
Sebagaimana dijelaskan oleh Ketua Koordinator Guru Honda Ridwan, kepada Haliyora, bahwa gaji guru honor daerah yang belum dibayar antara lain satu bulan pada tahun 2019, tiga bulan pada tahun 2020, dan lima bulan pada tahun 2021. Total sembilan bulan.
Sayangnya, mereka tidak menemukan gubernur saat berdemo, karena gubernur mengikuti kegiatan di Ternate sehingga mereka melakukan hering dengan Sekretaris Daerah Provinsi Malut, Syamsudin A Kadir.
Usai hering dengan Sekda, kepada Haliyora Ridwan menjelaskan, pihaknya selain meminta gaji mereka segera dibayar juga meminta agar nama-nama guru honor tidak dihapus.
“Kami meminta gaji kami segera dibayar awal tahun 2022 serta guru honorer tidak dihapus pada tahun 2022, tidak boleh hilang. Tapi pak Sekda bilang mungkin akan membayar satu bulan punya dulu,” ungkapnya.
Ridwan mengancam, pihaknya akan kembali meakukan demo besar-besaran jika tuntutan mereka tidak diakomudir Pemprov. “Kalau gaji kami ini tidak dibayar maka kami semua guru honorer akan melakukan aksi secara besar-besaran sampai hak kami dibayar,” ancam Ridwan.
Terpisah Sekprov Malut Samsudin A. Kadir usai pertemuan dengan guru Honda kepada Haliyora mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kadis Keuangan dan Kadis Dikbud untuk membayar gaji guru honor terebut. “Jadi akan dibayar satu bulan dulu, karena ada sedikit tambahan anggaran pada APBD Perubahan 2021 kemarin. Nanti tahun anggaran berikut baru kita selesaikan sisanya. Karena pada tahun 2022 sudah ada anggaran. Nanti kita bicara dengan DPRD untuk bayar semua tunggakan itu,” ujar Syamsudin.
Sementara, Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba (AGK), kepada awak media mengatakan dirinya belum mengetahui soal gaji guru honor yang belum dibayar itu. “Saya belum tau, nanti saya cek. Tapi menurut saya wajar kalau para guru honor demo, karena gaji mereka itu penting, karena itu hak mereka. Guru itu sangat penting maka harus diperhatikan, kalau sampai mereka mogok, itu berbahaya,’ ujar gubernur. (Sam-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!