Pemprov Malut Bebaskan Lahan Kantor PDIP

Sofifi, Maluku Utara- Kepala Dinas Pemukiman dan Pertanahan (Disperkim) Malut Yunus Badar menjelaskan, tahun ini pemerintah provinsi menargetkan pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur Ibu Kota Sofifi sebanyak 28 hektar.

“Anggaran yang disiapkan untuk pembebasan lahan itu kurang lebih sebesar Rp 27 miliar. Lahan yang kita targetkan untuk dibebaskan itu seluas 28 hektar,” kata Yunus, Selasa (25/01/2021).

Yunus mengakui target pembebasan lahan tahun ini belum memenuhi kebutuhan lantaran keterbatasn anggaran. “Kita butuh pembebasan lahan sekitar 200 hektar untuk membangun Kota Sofifi ini, tapi karena keterbatasan anggaran jadi kita belum penuhi kebutuhan tahun ini,” ujarnya.

BACA JUGA  Demokrat Halsel Pasang Target Pemilu Siapkan Rahmi Rebut 01

Disampaikan, lahan-lahan yang bisa dibebeskan tahun ini akan difokuskan untuk pembangunan Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ), sesuai janji Gubernur yang disampaikan kepada Rektor PTIQ yang juga Iman besar Mesjid Istiqlal Jakarta Prof. KH. Nasrudin Umar pada saat penutupan STQ XXlV lalu.

“Lahan PTIQ sudah ada seluas dua hektar, berada di belakang masjid Raya Sofifi, dan Pemprov juga membebaskan lahan untuk kantor DPD PDIP Malut, sesuai dengan janji politik Gubernur. Itu nanti disesuaikan dengan kebutuhan,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Yunus, Pemprov juga membebaskan lahan untuk pembangunan gedung perkantoran. ”Sebab masih banyak OPD yang belum memiliki kantor.

BACA JUGA  DPRD Desak Plh Tuntaskan Utang Pemprov Malut

Pemprov juga bakal membebaskan lahan untuk ruang terbuka hijau. Seperti alun-alun dan lain-lain. “Pokoknya, nanti dilihat prioritasnya, kalau kita mau satu kali itu tidak mungkin,” tambah Yunus.

Yusus mengungkapkan, banyak juga proposal permintaan hibah lahan di Sofifi kepada Pemprov. Proposal pemintaan hibah lahan tersebut datang dari instansi vertikal. Salah satunya adalah Polda Maluku Utara yang minta hibah lahan seluas dua hektar untuk dijadikan tempat pelatihan Brimob. “Semua itu penting, tapi karena dananya masih terbatas jadi belum dilayani secara keseluruhan,” pungkasnya. (Sam/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah