Ternate, Maluku Utara- Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kota Ternate kembali mengupdate data dampak gelombang pasang di wilayah Kota Ternate.
Disebutkan, hingga hari ini, Rabu, 08 Desember 2022, tercatat sebanyak 653 warga yang dievakuasi.
Jumlah tersebut terdiri dari warga Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara sebanyak Kecamatan Ternate Utara 95 jiwa atau 7 KK, Salero 122 jiwa, Sangaji 184 jiwa atau 49 KK, Sango 32 jiwa atau 7 KK, dan Kelurahan Afe Taduma Kecamatan Pulau Ternate sebanyak 220 jiwa atau 64 KK yang mengungsi.
Data tersebut disampaikan oleh Kepala BPBD Kota Ternate, M Arif Gani kepada Haliyora, Rabu (08/12/2021).
Arif mengatakan, gelombang pasang juga terjadi di Kecamatan Pulau Hiri, Batang Dua dan Tobololo. “Surat disertai foto sudah sampai ke kita dan akan diverifikasi,” terangnya.
Sementara ini, lanjut Arif, pihaknya sedang menginventarisir kerusakan akibat gelombang pasang. “Sekarang kami masih inventarisir kerusakan akibat bencana gelombang pasang di Kota Ternate,” ungkapnya.
Terhadap kerusakan beberapa rumah warga di Kelurahan Sangaji dan Salero, kata Arif, akan dipertimbangkan untuk direhabilitasi. Kita sudah mengidentifikasi di lokasi, jadi nanti akan direhabilitasi,” ucapnya.
Ditambahkan, sementara ini warga yang dievakuasi itu ditempatkan di tiga titik yakni lapangan Salero, SKB dan di Afe Taduma.
Arif juga menyampaikan informasi terkini terkait laporan dari Kelurahan Rua yang juga terdampak gelombang pasang. Katanya saat ini Koramil Pulau Terante sedang melakukan pengecekan ke lokasi. “Sesuai informasi tidak ada kerusakan, tapi kita sudah minta Koramil Pulau Ternate untuk mengecek lokasi dan mencari tau keberadaan warga yang terdampak,” pungkas Arif. (Arul-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!