Tinggi Gelombang 2 Meter di Perairan Malut, KSOP Ternate Siapkan Tindakan Represif

Ternate, Maluku Utara- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate memberi peringatan dini terkait tinggi gelombang yang berkisar 2 meter di perairan Maluku Utara.

Prakiraan cuaca BMKG Stasiun Sultan Babullah Ternate, Dewi Mahardika Madiong mengatakan, tinggi gelombang mencapai 2 meter ini berpotensi terjadi signifikan di wilayah perairan Morotai, Laut Halmahera, Perairan Loloda dan Perairan Halmahera Barat bagian Utara.

“Untuk itu kami menghimbau kepada pengguna transportasi laut agar tetap selalu mencermati informasi BMKG,” kata Dewi Selasa (30/11/2021).

Sementara, pagi hari umumnya berawan dengan potensi hujan ringan di sebagian wilayah Morotai, Loloda, Jailolo, Tidore, Sidangoli, Sofifi, Ibu, Kedi, Wasile dan sekitarnya.

BACA JUGA  Kantongi Dua Surat Tugas, Hamka-Irwan Optimis Menang di Pilkada Taliabu

Sementara itu, Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Ternate, Miraza Polpoke mengatakan, berdasarkan Surat pemberitahuan nomor UM.003 /22-/24/KSOP TTE-2021,  bahwa untuk mengantisipasi korban jiwa, maka KSOP Ternate menunda sementara penumpang lokal dengan transportasi laut Ferry, Perintis, Landing Craft Tank (LCT), SPOB.

“Ini juga dilakukan kepada kapal-kapal rakyat terutama rute tujuan Loloda, Kedi, Dama, Morotai, Bitung, Manado, Pulau Bacan, Pulau Obi, Kepulauan Sula, Batang Dua ( Mayau dan Tifure),” katanya.

Meski begitu, kata Miraza, pihaknya akan selalu tetap memantau informasi cuaca  harian dari BMKG, sehingga apa bila terjadi perubahan cuaca, maka bisa membuka kembali keberangkatan kapal tersebut. “Jadi kalau cuaca memungkinkan untuk berlayar berarti kami lepas untuk berlayar,” sambung Miraza.

BACA JUGA  Warga Sekom Minta Kades di Audit, Kepala Inspektorat Sula : Segera Ditindaklanjuti

Ia berharap kepada nahkoda kapal untuk tetap mematuhi surat pemberitahun KSOP Ternate, karena ini menyangkut dengan keselamatan berlayar.

“Apabila pemberitahuan ini tidak diindahkan, maka pihaknya bersama KP3 untuk bersikeras, melarang, tapi kalau mereka juga bersih keras untuk berlayar, maka kita akan melakukan tindakan represif, karena ini membahayakan penumpang,” pungkasnya. (Arul-*)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah