Dianggap Rugikan Daerah, Wakil Ketua DPRD Malut Minta Perusda Ditutup

Sofifi, Maluku Utara- Wakil Ketua DPRD Maluku Utara Sahril Tahir menilai Perusahan Daerah tidak mendatangkan keuntungan atau pemasukan ke kas daerah, bahkan malah merugikan daerah. Untuk itu menurut dia, sebaiknya Perusda ditutup saja.

“Perusda itu sudah merugikan daerah puluhan miliar, dan mereka tidak bisa buat laporan pertanggungjawaban, buat apa dilanjutkan, lebih pas itu segera ditutup,” tegasnya, Kamis (18/11/2021).

BACA JUGA  Dikunjungi DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Pariwisata Morotai Disanjung

Anggaran yang telah dipakai oleh pimpinan Perusda sebelumnya, kata Sahril, harus diaudit. “Jadi harus diaudit, dicari tau anggaran yang diberikan selama ini dipakai untuk apa saja sehingga tidak ada keuntungan yang didapat malah rugi turus. Jangan-jangan anggaran itu tidak dipergunakan untuk usaha. Ini tugas Inspektorat. Mereka harus telusuri itu,” tandas Sahril.

BACA JUGA  KI Malut Gelar Diskusi Terkait Hak Informasi Publik

Lagi pula, sambung Sahril, Perusda Kie Raha Mandiri itu sudah bermasalah sehingga dalam tiga tahun belakangan Pemprov tidak lagi mengucurkan dana. “Jadi menurut saya tidak perlu rubah Perda, tapi ditutup. Lebih baik anggaran untuk Perusda dipergunakan untuk hal lain yang lebih penting,” tandasnya. (Sam-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah