Pedagang Keluhkan Lambatnya Renovasi Pasar Basanohi Sula

Sanana, Maluku Utara- Pasar Basanohi Sanana  direnofasi sejak tiga bulan lalu, namun belum juga rampung.

Para pedagang yang mayoritas penjual Bawang, Rica, Tomat (Barito) serta pedagang lainnya terpaksa mendirikan tenda darurat untuk berjualan.

Ongkos pembuatan tenda darurat berbahan kayu dan terpal juga tak murah. Meski tak murah, pedagang terpaksa harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membangun tempat jualan mereka. Tentu menguras pendapatan yang tak seberapa dari hasil jualan Barito. Itu yang dikeluhkan pedagang saat ditemui Haliyora, pada Selasa (21/09/2021).

Sebagaimana dikeluhkan Santi, salah satu penjual barito di pasar Basanohi kepada Haliyora.id bahwa dengan alasan pasar direnofasi sehingga para penjual disuruh pindah sementara dan membangun tenda darurat untuk berjualan, tanpa memberikan bantuan berupa ongkos pembuatan tenda darurat.

BACA JUGA  15 Bulan Pemkab Taliabu Nunggak Bayar TPP, ASN "Ikat Pinggang"

“Kita disuruh keluar karena pasar mau diperbaiki. Terpaksa kami keluar dari pasar dan membangun tenda-tenda darurat untuk berjualan, karena kalau tidak bajual mau dapa uang dimana. Ya terpaksa harus bangun tenda darurat dengan biaya sendiri, karena pemerintah tidak kasih bantuan untuk bangun tenda. Padahal bangun tenda itu kan mahal juga, karena harus beli kayu dan terpal serta bahan-bahan lainnya. Sudah begitu kalau angin kencang biasanya merusak tenda kami,” keluh Santi.

Santi juga mengeluhkan pendapatan mereka saat ini menurun. “Bajual diluar pasar ini pendapatan kami menurun, juga barang-barang dagangan kami kurang aman, karena tempatnya sangat terbuka,” katanya.

Diambahkan Santi, pasar Basanohi adalah satu-satunya pusat aktifitas jual beli masyarakat, sehingga kalau tidak cepat diselesaikan renofasinya maka masyarakat akan kesulitan. ”Terutama kami sebagai penjual ini,” tuturnya.

BACA JUGA  BNN Malut Minta Pemkab Sula Siapkan Lahan Kantor, Ini Respon Wabup

Keluhan yang sama disampaikan salah satu pedagang sembako yang tidak mau menyebut identitasnya. Ia mengeluh kesulitan mengawasi barang dagangannya di luar pasar (di tenda darurat)

“Kami sedikit kesulitan mengawasi barang kami. Khawatir jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Makanya saya berharap pasar ini cepat diselesaikan renofasinya agar kami segera masuk lagi ke dalam,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Disperindagkop Kepulauan Sula, Djena Tidore, menyampaikan Keterlambatan renovasi pembangunan pasar Basanohi Sula adanya keterlambatan matrial yang sedang di pesan dari luar Sanana.

“Saya sudah konfirmasi ke kontraktor dan diinformasikan bahwa kekurangan seng sekitar 70 lembar dalam proses pengiriman ke Sanana, insya Allah akan segera di selesaikan untuk pemasangan atapnya,” Imbuhnya. (Sarif-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah