Sanana, Maluku Utara- Panitia Festival Tanjung Waka (FTW), Kabupaten Kepulauan Sula saat ini mulai menyiapkan fasilitas pendukung, bahkan mulai Sabtu kemarin (09/10/2021), panitia diperintahkan bupati mulai berkantor di sekretariat panitia di Fatkauyon. Itu disampaikan ketua panitia FTW, Syahjuan Fatgehipon kepada wartawan.
“Atas perintah bupati, sejumlah OPD yang tergabung dalam kepanitiaan festifal sudah harus berkantor di sekretatit panitia di Fatkauyon mulai hari Sabtu (09/10/2021. Jadi hari Sabtu itu juga kita mulai bangun home stay dan jalan sepanjang 2,6 km.
Dikatakan Syahjuan, bupati juga memerintahkan agar panitia segera membuat master plan FTW, dan langsung dimulai pekerjaannya. ”Supaya diketahui apa saja yang harus disiapkan dan sejauh mana capaian progresnya, begitu perintah bupati,” ujar Syahjuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk bangunan fisik, lanjut Syahjuan, bupati memberikan target penyelesaian pekerjaan pada November 2021. “Sesuai arah bupati, bangunan fisik sudah harus selesai pada November 2021, sehingga waktu yang tersisa tinggal mempercantik atau menambah apa-apa yang masih kurang saja,” terangnya.
.
Meski demikian, Pemda Sula juga menyiapkan rencana cadangan jika semua fasilitas penunjang FTW belum selesai dikerjakan tepat waktu (belum maksimal).
Syahjuan mengatakan, hingga pertengahan November 2021 jika seluruh fasilitas penunjag FTW belum rampung, maka panitia pelaksana akan menyurat ke Kementrian meminta penundaan pelaksanaan FTW pada Januari 2022.
“Kalu sampai pertengahan November 2021 ini semua persiapan belum maksimal, maka panitia akan menyurat ke kementrian meminta penudaan pelaksanaan FTW. Kita minta digeser waktunya ke Januari 2022,” ujarnya.
Sementara terkait anggaran FTW, Syahjuan yang juga Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Sula itu menyampaikan, anggaran FTW dialokasikan melalui APBD Perubahan 2021 sebesar Rp 5 miliar, sementara dari Kementrian Pariwisata awalnya berencana memberikan bantuan sebesar Rp 500 juta, namun lantaran ada refocusing sehingga hanya direalisasikan sebesar Rp 200 juta. “Ada juga bantuan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara sebesar Rp 60 juta,” tutur Syahjuan. (Sarif-1)









