Pemuda Tarau Minta  Lurah Dicopot

Ternate, Maluku Utara- Pemuda Kelurahan Tarau Kecamatan Ternate Utara melakukan demonstrasi di depan Kantor Lurah, Jalan Batu Angus, Senin (23/8/21) pukul 10:00 WIT.

Mereka mmeprotes kebijakan Lurah Tarau Rizal Tomagola yang mencopot Ketua Lembaga Pemberdayaan Masarakat (LPM) secara sepihak dan tidak transparan terhadap penggunaan anggaran DAK serta dana Partisipasi Pembangunan Kelurahan (DPPK) tahap pertama dan ke dua.

Pendemo meminta Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman mencopot Rizal dari jabatannya sebagaimana disampaikan Aci, koordinator aksi pemuda Tarau dalam orasinya.

“Kami minta Wali Kota segera berhentikan Rizal Tomagola dari jabatan lurah, karena sejumlah kebijakan yang diambilnya tidak sesuai, seperti pencopotan Ketua LPM secara sepihak. Lurah juga tidak pernah terbuka soal penggunaan DAK maupun DPPK tahap pertama dan kedua. Itu diperkuat dengan surat Ombudsman Perwakilan Provinsi Maluku Utara nomor 0343/SRT/X/2017/Tte tanggal 26 Oktober 2017, yang disebutkan adanya temuan tindakan mal administrasi (penyimpangan prosedur), karena tidak sesuai dengan syarat dan ketentuan, sebagaimana diatur dalam pasal 9 ayat 2 huruf b, Peraturan Wali Kota Ternate nomor 43 TA 2017,”beber Aci.

BACA JUGA  Pedagang di Depan Pasar Higienis Ternate Akan Direlokasi

Tak hanya itu, Acil juga menyebutkan pada Musrenbang yang dilakukan beberapa bulan lalu, hanya ada 6 orang wakil masyarakat Kelurahan Tarau yang hadir. Sementara masyarakat tidak mengetahui adanya penyelenggaraan Musrenbang tingkat Kelurahan tersebut.

“Laporan yang kami terima, ternyata berita acara sebagai kelengkapan administrasi Musrenbang diakali oleh Lurah dengan menandatangani berita acara. Jadi Lurah datang ke tiap-tiap rumah warga untuk meminta warga tandatangani berita acara Musrembang, padahal warga tidak diikutkan dalam Musrembang,” ungkapnya.

BACA JUGA  Simpatisan BK-Muchlis Ancam Bawaslu Halsel

Dia juga membeberkan prilaku Lurah Tarau yang katanya berlaku preman membuat masyarakat resah. Warga Tarau juga dipersulit ketika mengurus administrasi di kantor lurah. Bahkan Lurah jarang masuk kantor. “Ini semua atas laporan warga Tarau kepada kami,” ujarnya. (Wan-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah