Baru Dibangun, Pasar Batu Raja Ditinggal Pedagang, Pemda Diminta Perhatian

Wasile, Maluku Utara- Bangunan Pasar Batu Raja, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur yang dibangun pada tahun 2020 lalu tidak layak ditempati.

Pasalnya, bangunan tersebut kondisinya sangat memprihatinkan, sehingga tak ada pedagang yang mau menempatinya.

Sodikin, warga desa setempat kepada Haliyora menuturkan, pekerjaan pembangunan pasar tersebut terkesan dikerjakan asal-asalan, itu bisa dilihat dari keretakan di dinding bangunan.
“Belum lagi untuk rehaban itu juga ada di bagian dalam yang tidak ada plafonnya, hanya dipasang keramik, sedangkan keramik di bagian luar juga tidak dipasang sama sekali, jadi terkesan asal-asalan,” kesalnya saat dikonfirmasi Haliyora, Kamis, (22/7)

Kata dia, sejak tahun 2017, warga desa dan para pedagang sudah menantikan pasar tersebut dibangun oleh pemerintah daerah, namun setelah dibangun justeru tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pasar tersebut bahkan tidak memenuhi syarat atau tidak layak digunakan para pedagang.

“Coba dilihat sendiri semuanya masih berantakan, ada yang sudah retak bahkan mau roboh tempat jualan itu, jadi kasihan dengan anggaran yang besar itu justru terkesan bangunan ini foya saja,” ujar Sodikin yang juga penjaga pasar prihatin.

BACA JUGA  Apa Kabar Dana Pinjaman Rp 115  Miliar Untuk Pembangunan di Pulau Taliabu

Sadikin berharap agar pemerintah daerah bisa memperhatikan kembali bangunan pasar tersebut supaya bisa digunakan masyarakat, bahkan dirinya meminta kepada pemerintah daerah agar membangun atau memperbaiki pasar itu kembali yang lebih layak.

“Harapan saya pemerintah bisa bangun lagi atau diperbaiki, kalau bisa tempat jualan yang ada ini juga dibongkar semuanya karena tidak layak untuk ditempati pedagang,” harap dia.

Sodikin membeberkan bahwa sesuai dengan RAB yang tercantum dalam papan proyek tersebut, tercatat sebesar Rp 800.000.000 untuk dua item pekerjaan. “Anggarannya kan besar Rp 800 juta, tetapi sayang kondisinya seperti ini,” keluhnya.

Amatan Haliyora.id, tampak dua bangunan yang baru dibangun di lokasi pasar, dimana satu bangunan merupakan bangunan baru dan satunya lagi bangunan yang  direhab. Meski baru dibangun pada tahun 2020, kondisi bangunan sangat tidak layak ditempati para pedagang. Terlihat bangunan yang baru dibangun kondisi tempat jualan warga sudah rusak, dan untuk bangunan yang direhab kondisi plafonnya juga sudah rusak.

BACA JUGA  Pengecer BBM di Haltim Bakal Ditertibkan

Saat dikonfirmasi, Goman, rekanan atau pelaksana pekerjaan pembangunan Pasar Batu Raja menuturkan bahwa apa yang dikerjakan sudah sesuai dengan perjanjian kontrak. Terkait dengan kerusakan dan volume pekerjaan, dirinya menyarankan agar menghubungi Dinas Peridagkop Haltim atau konsultan perencanaan supaya lebih jelas.

“Karena saya selaku pelaksana hanya mengikuti sesuai dengan kontrak yang ada, selebihnya bisa tanyakan langsung ke dinas saja, karena saya mengikuti sesuai dengan yang ada dalam kontrak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop Haltim, Taslim Manaf, dikonfirmasi melalui sambungan telepon belum memberikan jawaban hingga berita ini ditayang. (RH-*)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah