Halsel, Haliyora
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Selatan Gufran Mahmud menyesalkan anggaran operasional perjalanan Dinas Bupati dan Wakil Bupati sebesar Rp 8 miliar ludes.
Ungkapan kekesalan disampaikan Gufran saat dikonfirmasi Haliyora, Selasa malam (08/06/202) di kantornya.
Gufran merasa heran bahkan dinilainya tidak wajar, sebab anggaran operasional bupati dan wakil bupati tahun 2021 baru dianggarkan dan dialokasikan empat bulan pada masa bupati Bahrain Kasuba, kenapa anggaran tersebut habis dalam waktu tidak sampai satu tahun.
“Uang Rp 8 miliar itu kan baru 4 bulan di masa pemerintahan Bupati Bahrain Kasuba, kenapa belum sampai satu tahun resapanyan sebesar itu. Uang Rp 8 miliar itu satu tahun anggaran operasional perjalanan dinas Bupati kok bisa habis sebelum akhir tahun 2021, kalo angka Rp 8 miliar tersisa Rp 250 juta, itu secara langsung resapannya sangat tinggi. Tidak wajar ini,“ kesal Gufran.
Lanjut Gufran, dalam kondisi pandemic Covid-19 saat ini semua perjalanan dinas pejabat ke luar daerah pun dibatasi, jadi uang perjalanan dinas sebesar itu habis dalam waktu kurang setahun pada masa pandemik ini, DPRD juga menyesalkan penggunaan anggaran pemerintahan sebelumnya, baik bupati, wakil bupati, Sekda dan pihak terkait lainnyaa.
Meski demikian, kata Gufran DPRD khususnya Komisi II menunggu hasil audit untuk memastikan kewajaran penggunaan anggaran operasional perjalanan dinas Bupati tersebut,” tandas Gufran. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!