Pesan Walikota Ternate Mengukur 100 Hari Kerja

Ternate, Haliyora

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Ternate, Mubin A. Wahid merasa pesimis terhadap program 100 hari kerja Walikota M. Tauhid Soleman bakal dilaksanakan secara maksimal, karena kondisi APBD Kota Ternate tidak menunjang.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Ternate M. Tauhid Soleman ketika diwawancarai usai menghadiri kegiatan paripurna di DPRD Kota Ternate, Rabu (09/06/21) mengatakan, menilai maksimal atau tidak pelaksanaan program 100 hari kerja jangan diilihat dari kuantitas, tetapi harus diukur kualitasnya.

Menurut Tauhid, program 100 hari kerja Walkota dilaksanakan dengan memaksimalkan potensi yang sudah ada.

“Kita memaksimalkan potensi yang ada. Contohnya pengelolaan sampah kita tidak lagi bergantung pada pembiayaan, kita mencoba melibatkan partisipasi masyarakat, mencoba pada CSR, itu kan bisa dilakukan, kemudian perbaikan kinerja dari PDAM,” jelasnya.

BACA JUGA  Daring Memberatkan, Pemkot Ternate Bakal Aktifkan Belajar Mengajar di Sekolah

Sementara untuk program pemulihan ekonomi, kata Tauhid, Pemkot Ternate memaksimalkan kegiatan-kegiatan yang dapat mendorong pemberdayaan UKM termasuk bantuan-bantuan langsung yang saat ini sedang berjalan.

Menurut Tauhid, program 100 hari kerja bukan di ukuran yang final, karena waktunya masih jauh. “Kan perjalanannya masih jauh, dan ada hal-hal tertentu yang kita coba follow up dalam 100 hari ini, minimal ada gambaran kesungguhan pemerintahan bekerja dalam waktu tiga tahun ke depan,” ujarnya. 

BACA JUGA  Wali Kota Tauhid Wujudkan Janji Kampanye di Pulau Hiri

Dikatakan, untuk pengelolaan keuangan memang harus dimaksimalkan lagi, dan sekarang Pemkot sedang melakukan perbaikan, termasuk SPD dan  PAD-nya dengan terus mendorong sentuhan-sentuhan kepada SKPD yang mengelola pendapatan. Selain itu, Plt. Kepala BP2RD juga didorong untuk lebih memaksimalkan potensi yang ada, dengan cara itu diharapkan PAD bisa meningkat.

“Jadi  kalau dikatakan sejauh ini progam 100 hari kerja belum nampak sama sekali, itu mungin hanya dilihat dari faktor fisik atau karena ada yang memang tidak kelihatan. Kita harus lihat secara kualitatif, jangan dilihat secara kuantitatif,”  pungkasnya. (Ichal-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah