Sofifi, Haliyora
Kepala Badan Meteorologi Klimotologi dan Geofisika Sultan Baabullah atau kordinator BMKG Maluku Utara, melakukan pertemuan dengan Gubernur Provinsi Maluku Utara, di kediaman Gubernur Gosale Puncak, Jumat 16 April 2021.
Kepala Stasiun BMKG Sultan Babullah, Djoko Sumardiyono mengatakan, pihaknya melakukan pertemuan dengan gubernur untuk menyampaikan saat ini terjadi partikel siklon di Wilayah Pasifik, tepatnya di Utara Papua.
BMKG meminta antisipasi dari gubernur terhadap dampak dari partikel siklon seperti terjadi angin kencang, petir, banjir, dan tinggi gelombang.
“Gubernur sangat merespon sekali. Beliau sangat berterima kasih kepada kami karena telah memberikan informasi tersebut,” kata Djoko.
Dikatakan, gubernur akan menyampaikan hal ini ke pejabat untuk mengantisipasi perkembangan siklon dan dampak dari siklon tersebut, dan sampai saat ini kami juga terus melakukan kordinasi dengan BPBD Kabupaten Kota dan BPBD Provinsi Maluku Utara.
BMKG memprediksi siklon bakal berakhir 22 April 2021, untuk itu BMKG menghimbau kepada masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Maluku Utara agar waspada terjadinya gelombang tinggi, banjir, angin kencang dan petir. “Terus mengecek langsung informasi dari BMKG Sultan Babullah,” harapnya.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara, Yunus Badar ditemui Haliyora di Kantor Gubernur Malut mengatakan, BPBD sangat merespon apa yang disampaikan oleh BMKG. “Kami selalu siap siaga ketika terjadi bencana alam, dan kita juga selalu memonitoring karena kita sangat membutuhkan informasi dari BMKG,” ujarnya.
Di katakan, BPBD terus memonitor seluruh Kabupaten Kota.
“BPBD Provinsi dan kabupaten/kota bekerjasama dalam penanggulangan bencana. Mereka di kabupaten/kota juga selalu siap siaga dan setiap saat memberikan informasi kepada Provinsi. Jadi kita saling membackup,” kata Yunus Badar.
“Dengan kondisi cuaca seperti ini, kami BPBD sangat siap untuk mengantisipasi terjadi bencana. Saya juga menghimbau kepada seluruh BPBD Kabupaten/Kota harus terus standby jangan sampai tiba-tiba terjadi bencana, kita segera bisa saling membeckup. Kepada masyarakat jangan dulu melaut, masyarakat juga harus mengantisipasi jangan sampai terjadi banjir dan longsor,” tutup Yunus Badar. (Sam-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!