Gubernur AGK Turun Tangan Atasi Kisruh di Dinas Pangan

Gubernur AGK

Sofifi, Haliyora

Ketidakharmonisan pegawai dan kepala Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara mendapat perhatian Gubernur KH. Abdul Gani Kasuba.

Bacaan Lainnya

AGK, sapaan gubernur Malut turun menyelesaikan masalah yang menyebabkan protes pegawai dinas Pangan terhadap kadis Sri Hatari dengan memblokir pintu masuk kantor beberapa waktu lalu.

Pada Jum’at (16/04/2021), Gubernur mengundang beberapa kepala dinas dan badan termasuk Kepala Dinas Pangan, Sri Hatari untuk rapat membahas kisruh di dinas Pangan.

Rapat di ruang rapat kantor gubernur dihadiri kepala Inspektorat, Kadis Keuangan, Staf Khusus Gubernur, Kadis Pangan dan seluruh staf dinas Pangan.

Usai rapat, Kepala Inspektorat Provinsi Maluku Utara, Nirwan MT Ali kepada wartawan mengatakan, pertemuan tadi membahas permasalahan yang terjadi di dinas Pangan.

Nirwan menjelaskan, dalam rapat itu gubernur memberikan kesempatan kepada seluruh staf untuk mengemukakan akumulasi ketidakpuasan mereka terhadap kepala dinas, kemudian disampaikan secara formal kepada inspektorat.

“Kami juga minta kepada kepala dinas dan stafnya agar menyikapi persoalan yang terjadi di dinas pangan itu dengan baik, jangan sampai mengganggu aktifitas kantor. Pekerjaan kantor tidak boleh terhenti gegara ada protes,” ungkap Nirwan.

Katanya, gubernur akan mencari solusi penyelesaian secara adil. “Yang terpenting segala macam aktivitas perkantoran tidak bisa berhenti, tetap berjalan seperti biasa,” sambung Nirwan.

Inspektorat, tambah Nirwan, akan segera memproses laporan staf dinas pangan kemudian hasilnya disampaikan kepada Gubernur.

“Kalau laporan staf sudah masuk ke inspektorat, maka kami akan segera proses dan hasilnya disampaikan kepada gubernur untuk memutuskan yang terbaik. Kalau harus ada sanksi maka akan kita beri sanksi. Jadi sekarang kita tunggu pernyataan sikap dari staf dinas Pangan,” terang Nirwan.

Kepala Inspektorat berharap staf dinas Pangan secepatnya  memasukkan laporan.

“Saya berikan waktu kepada mereka sampai besok, setelah kita proses baru kita lihat apakah staf yang diberi sanksi atau kadisnya,” pungkas Nirwan. (Sam-1)

Pos terkait